Memakan Badan Jalan, Longsor di Lebengjumuk Belum Ditangani


GROBOGAN – Longsornya jalan kabupaten yang menghubungkan desa Lebak dengan Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan sudah cukup mengkhawatirkan. Longsor  yang terjadi sejak awal bulan Januari lalu ini, saat ini sudah memakan badan jalan. Longsor akibat semakin melebarnya sungai Kricak ini, sampai saat ini belum ada penanganan dari dinas terkait.
Dari pantauan Grobogan Today di lapangan, saat ini panjang longsoran telah mencapai sekitar 20 meter. Bambang Suhadi, Kades Desa Lebengjumuk saat dimintai keterangan menjelaskan jika pihaknya telah  berupaya untuk mengalihkan aliran sungai agar longsor tidak semakin melebar. “Kami bersama warga telah melakukan kerja bakti selama empat kali untuk mengalihkan aliran sungai. Kita bendung sungai dengan batu dan karung tanah,” jelasnya.
Namun usaha tersebut sia-sia, sungai yang sudah dibendung akhirnya jebol lagi lantaran curah hujan masih cukup tinggi, sehingga debit air sungai cukup besar. ”Padahal kami bersama warga telah berusaha keras agar longsor tidak semakin melebar. Namun upaya manual kami sia-sia,” terang Bambang.

Bambang menambahkan, longsornya jalan menuju desanya tersebut sebenarnya tidak masuk wilayah desanya. Namun karena jalan itu merupakan akses  perekonomian warganya, maka pihaknya berusaha semampunya untuk mencegah longsor semakin parah. “Ini kan jalan utama menuju desa kami. Jika jalan ini sampai putus, kami harus memutar puluhan kilometer untuk sampai di kota Kecamatan,” jelasnya.
 Pihak desa sudah melaporkan longsor tersebut ke dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada penangan. “Kita sudah melaporkannya dan juga telah memberi gambaran longsor yang terjadi. Semoga longsor segera ditangani sebelum longsor semakin parah dan memutus akses jalan warga Lebengjumuk,” harapnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel