Wednesday, 17 January 2018

Diduga Dibakar Anak Korban, Sebuah Rumah Ludes Terbakar


PULOKULON,Grobogantoday.com- Sebuah rumah milik warga Dusun Krajan, Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, Grobogan hangus dilalap si jago merah, Senin(17/1/2018) sekitar pukul 23.10 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian yang diderita korban mencapai puluhan juta rupiah. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran, namun beredar kabar, kebakaran dipicu oleh ulah anak korban yang mengalami keterbelakangan mental.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, pemilik rumah diketahui bernama Pardi. Saat kejadian, Pardi berada di rumah salah satu saudaranya. Sedangkan rumah miliknya hanya ditinggali Ibrohim(40), salah satu anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Menurut penuturan beberapa warga, Pardi enggan tidur di rumah karena sering dipukuli anaknya. Bahkan Ibrohim pernah beberapa kali mencoba membakar rumah, namun bisa digagalkan warga. “Sudah tiga kali ini mencoba membakar rumah,” ungkap Sudarsono, tetangga korban.

Kejadian kebakaran pertama kali dilihat Sudarsono dan beberapa temannya yang kebetulan sedang nongkrong tak jauh dari lokasi kejadian. Ia bersama tiga temannya tiba-tiba melihat api membumbung tinggi ke angkasa. “Tadi pas kumpul-kumpul aja. Melihat kobaran api sudah tinggi,” jelas Sudarsono.



Mereka berempat langsung berlari menuju lokasi kejadian sambil berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, agar api tak menjalar ke rumah yang berdekatan. “ Kita sudah berupaya memadamkan api, namun kita kalah cepat dengan api. Api dengan cepat menghabiskan seluruh rumah,” jelas Miftah, tetangga yang lain.

Khawatir ada korban jiwa, warga mencari keberadaan anak korban, Ibrohim, ternyata ia selamat. “Setelah ditanya warga, ia malah menjawab biar ramai,” tambah Sudarsono.

Akibat musibah ini, korban menderita kerugian puluhan juta rupiahh. Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. (RE)





Tuesday, 16 January 2018

Takut Harga Hancur, Petani Grobogan Tolak Impor Beras



GROBOGAN, Grobogantoday.com - Tak ingin merasakan harga turun drastis seperti yang terjadi pada musim panen 2017, membuat  petani asal Grobogan menyuarakan penolakan wacana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah. Ketakutan mereka cukup beralasan, jika benar impor dilakukan dan waktunya beriringan dengan waktu datangnya beras impor, dapat mengakibatkan harga gabah hancur. Impor beras yang  dilakukan bersamaan dengan masa panen  musim tanam pertama (MT) satu,  yang saat ini sudah memasuki masa mrapu atau menunggu masa panen  raya. Bahkan, sebagian petani  sudah mulai memanen padi yang mereka tanam awal musim penghujan 2017 lalu.

Sudarjo, petani Grobogan mengungkapkan, petani di Grobogan menolak wacana pemerintah impor beras, petani merasa dirugikan dengan adanya impor beras dalam waktu dekat. “Grobogan akan terjadi panen raya. Jika panen raya tiba dan impor beras tetap dilakukan maka, harga padi akan kembali anjlok seperti tahun yang lalu yang menyebabkan banyak petani merugi,” keluhnya.

Petani asal desa Ngeluk, Penawangan alasan pedagang menaikkan harga beras akibat banyak panen gagal adalah alasan yang tidak masuk akal. Buktinya, di desa Ngeluk, Penawangan bisa panen. Bahkan, kendati Desa Ngeluk sendiri  bukanlah desa yang dimanjakan dengan irigasi teknis,  meski memiliki saluran air tapi keberadaan air Sungai Lusi yang lebih rendah dari saluran irigasi menjadi persoalan tersendiri bagi petani.

Petani di Desa Ngeluk sebelumnya mengandalkan turunnya hujan sehingga air di Sungai Lusi naik, setelah melakukan inovasi sederhana yakni memompa air dari Sungai Lusi dan dialirkan ke saluran irigasi teknis akhirnya petani tidak lagi tergantung pada musim. 

Utama, pedagang gabah mengaku berharap rencana impor beras yang diwacanakan pemerintah tidak perlu direalisasi, permintaan dikarenanakan  mereka sudah mulai panen padi dan harganya juga cukup tinggi. “Ini sangat menguntungkan petani. Keyakinan petani didukung fakta panen di awal 2018 maju dari waktu yang semestinya,” katanya.

Selain itu, mengaku keberatan adanya wacana pemerintah untuk impor beras, saat ini harga padi dari petani cukup tinggi yakni mencapai Rp 5.700 per kilo. “Harga padi panen basah yang langsung dari petani cukup menguntungkan petani. Panen tahun ini memang lebih bagus dari pada  tahun sebelumnya, namun akibat belum serempak petani memanen jadi harga gabah kering  panen harga belinya cukup tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya yang hanya Rp 4.000 per kilogram,” katanya.(RE) 

Zakat Minim, Pemkab Dorong OPD Tingkatkan Kesadaran PNS Berzakat


PURWODADI, Grobogantoday.com- Pengumpulan dana zakat di Grobogan melalui Baznas masih minim dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah.  Hal ini mendorong pemkab Grobogan untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih meningkatkan kesadaran pegawai negeri untuk berzakat. Demikian diungkapkan Sekda Grobogan, Moh Sumarsono saat membuka bintek penyusunan rencana kerja anggaran tahunan (RKAT), Baznas Jateng, di Purwodadi, Senin (16/1/2018).

“Masih kecilnya perkumpulan zakat  dikarenakan masih banyak PNS yang lebih memilih memberikan secara langsung kepada orang yang mebutuhkan. Di agama lain saja bisa sampai persepuluhan, ini hanya 2,5 persen harus bisa. Saat Baznas di Grobogan mampu terkumpul dana hingga Rp 2,2 miliar. Padahal, jumlah gaji yang dibayarkan mencapai Rp 800 miliar pertahun. Jadi jika diambil 2,5 persen maka capaian dana zakat bisa mencapai Rp 20 miliar,” katanya.

Dengan capaian yang masih jauh, maka kedepan pihaknya akan lebih mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih meningkatkan kesadaran pegawai negri untuk berzakat. Masih kecilnya perkumpulan zakat, oleh sebagian warga dikarenakan adanya PNS yang lebih memilih memberikan secara langsung kepada orang yang mebutuhkan. “Di agama lain saja bisa sampai persepuluhan, ini hanya 2,5 persen harus bisa,” tambahnya.

Uang zakat yang terkumpul dari Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), bisa dimanfaatkan untuk membayar biaya rumah sakit.“Tidak saja untuk operasional organisasi, namun uang miliaran rupiah yang terkumpul bisa digunakan untuk membayar biaya rumah sakit bagi warga yang tidak mampu. Jangan sampai, ketika ajukan usulan untuk biaya rumahsakit, proses lama sehingga pasien sudah meninggal biaya baru cair,” ungkapnya.


 Ketua Baznas Provinsi Jateng KH Ahmad Dairodji  menguraikan, setelah biaya operasional sebesar 5 persen, maka 60 persen untuk dialokasikan guna pengentasan kemiskinan. “Pengentasan kemiskinan memang dialokasi lebih besar agar lebih bermanfaat. Sedang, sebanyak 20 persen dana yang terkumpul bisa dialokasikan untuk membantu membayar pengobatan warga miskin yang tidak bisa berobat,” katanya.


Sisanya, bisa digunakan untuk kegiatan produktif seperti memberi pelatihan ketrampilan guna mengubah cara berfikir warga miskin yang bisanya meminta menjadi tenaga trampil sehingga bisa menjadi orang yang memberi. “Seperti Demak, dana yang terkumpul digunakan untuk memberi pelatihan budidaya kerang, kerang hijau, kepiting. Di Boyolali, digunakan untuk melatih budidaya lele dimana hasilnya selain untuk dijual dalam bentuk daging, juga bisa dijual dalam bentuk abon dan durinya untuk kripik,” katanya menambahkan.


Jika di Grobogan, dana zakat bisa juga digunakan untuk menggelar pelatihan seperti pelatihan pertukangan  kayu maupun tukang batu, montir. Selain diberi pelatihan, dari dana zakat juga diberikan sedikit modal sehingga remaja yang sebelumnya menganggur bisa dapat kerjaan dan penghasilan.“Jika dilatih dan dapat sertifikasi, maka mereka bisa mendapatan penghasilan sehingga tidak jadi orang yang biasa ngathong (meminta) tapi juga memberi. Diberi pelatihan sampai modal bersikar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta bisa mengubah pengangguran menjadi pengusaha,” tambahnya.


Program bantuan dengan dana zakat, diakui belum bisa dilakukan secara menyeluruh di kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Jika sudah semua kota dan kebupaten memiliki Baznas, maka uang ratusan miliar bisa terkumpul untuk pengentasan kemiskinan terutama di kabupaten yang masuk zona merah seperti Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak.


“Dari 35 kota dan kabupaten baru ada 17 kabupaten yang memiliki Baznas. Itupun ada yang baru dibentuk seperti di Grobogan baru dibentuk tahun 2017 sehingga baru bisa menjaring dana Rp 2,2 miliar dalam setahun. Tapi, di Kabupaten lain yang memiliki jumlah PNS sama dengan Grobogan sudah mampu menarik dana zakat Rp 8 miliar bahkan ada yang Rp 13 miliar. Harapannya, Grobogan bisa lebih tinggi kesadaran PNS untuk memberikan zakat sebesar 2,5 persen,” tambahnya. (RE)

Jembatan Tak Layak, Warga Randurejo Berharap Jembatan Segera Dibangun


PULOKULON, Grobogantoday.com- Sungguh miris melihat kondisi jembatan di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan ini. Bagaimana tidak, saat musim penghujan tiba, air  dari sungai Klampis dipastikan akan menutup jembatan ini. Derasnya arus sungai membuat aktifitas warga terganggu, mereka takut untuk melintas jembatan tersebut.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, jembatan yang dibangun pada tahun 1982 ini dibangun lebih rendah  dari tanggul sungai. Sehingga saat sungai meluap, jembatan berukuran 3 x 24 meter tersebut selalu terendam air sungai. Hal ini diperparah dengan semakin dangkalnya sungai. “Dipastikan kalau hujan deras mengguyur,  sungai klampis selalu meluap. Sehingga jembatan ala kadarnya tersebut selalu terendam,” ungkap Sumardi, warga Desa Randurejo.


Sumardi menambahkan, akibat terendamnya jembatan, akses warga menjadi lumpuh. Menurutnya, jembatan itu merupakan  satu-satunya jembatan yang menghubungkan Desa Randurejo dengan desa di sekitarnya.  Selain itu, jembatan tersebut dimanfaatkan warga sebagai akses menuju kota kecamatan dan Kabupaten Sragen. “Ini kan jembatan utama. Kalau pas banjir pasti akses menjadi lumpuh,” ungkapnya.


Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, anak sekolah pun kerap membolos jika jembatan itu terendam luapan sungai. Dalamnya rendaman air, serta derasnya banjir membuat warga takut jika melintas jembatan tersebut. “Kalau nekat melintas, takutnya nanti terseret arus,” jelas Agus, warga randurejo yang lain.

Permasalahan lain timbul setelah  luapan air sungai surut. Endapan lumpur di jembatan  serta di sepanjang jalan menuju jembatan membuat para pengendara motor yang melintas harus ekstra hati-hati. Mereka bisa saja tergelincir endapan lumpur. “Kalau habis banjir, endapan lumpur pasti membuat beberapa pengendara motor yang lewat terjatuh. Jadi harus hati-hati,” tambah Agus.

Sebenarnya pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan proposal pembangunan jembatan, namun sampai saat ini belum ada realisasi dari Pemerintah Kabupaten Grobogan. Warga berharap pemerintah mau peduli dengan nasib mereka dengan cara membangun jembatan yang lebih layak. “Kami hanya ingin jembatan ini lebih ditinggikan. Sehingga warga tidak terganggu jika air sungai meluap,” harap Agus. (RE)



Wisata Jatipohon Menjadi Primadona Wisatawan


GROBOGAN, Grobogantoday.com -  Obyek wisata Jatipohon merupakan obyek wisata yang tak asing bagi warga Grobogan. Wisata ini terletak di Desa Sumberjatipohon,Kecamatan Grobogan,Kabupaten Grobogan, sudah ada sejak jaman kemerdekaan. Dulunya dipakai untuk tempat peristirahatan tamu kehormatan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Kini obyek wisata ini sudah banyak dikunjungi warga seantero Grobogan, bahkan dari luar Grobogan.

Untuk menarik kalangan muda, disediakan tempat baru bagi muda-mudi yang sedang dilanda cinta. Di puncak Jatipohon dibangun sebuah tugu,yaitu Tugu Cinta (Tugu Jati Katresnan). Para pengunjung yang ingin mengungkapkan tanda cintanya bisa memasang gembok yang tertulis nama mereka berdua lalu menguncinya. Selanjutnya mereka berdua akan membuang kunci gembok tersebut ke lembah agar gembok tak bisa lagi dibuka. Ini sebagai tanda bahwa cinta mereka sudah terkunci dan tak akan bisa dilepaskan lagi. Gembok cinta tersebut bisa dibeli di kios-kios sekitar Jatipohon atau membawa dari rumah. Kalangan ABG biasanya menyukai gembok dengan warna pink untuk dikuncikan di Tugu Cinta sebagai saksi cinta mereka.

Menurut Kades Sumber Jatipohon, Eni Endarwati, selain ada Tugu Cinta, di puncak Gunung Lamping juga disediakan Gardu Pandang agar para pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang ada, sekaligus bisa mengabadikannya. Dari bukit pandang ini,pengunjung bisa melihat kota Purwodadi serta hijaunya hamparan sawah dan hutan. “Mengikuti selera anak muda sekarang. Pengunjung bisa berfoto diatas Gardu Pandang ini” jelasnya.

Selain itu, beberapa spot foto disediakan pengelola wisata yang terletak di Pegunungan Kendeng Utara ini. Para pengunjung bisa berswafoto sesuka hati mereka. “Beberapa spot foto kita sediakan. Minimal sebulan sekali selalu bikin spot foto baru. Ada juga kolam renang dengan sumber mata air asli,” tambah Eni.


Selain menawarkan pemandangan di siang hari, obyek wisata Jati Pohon Indah (JPI) di pegunungan utara Kabupaten Grobogan ini  menawarkan keindahan dan ketenangan yang tidak mungkin anda temui di tempat wisata lain di kabupaten Grobogan. Suasana perbukitan yang pemandangannya menakjubkan, jauh dari kebisingan dan hingar-bingar perkotaan. Nama obyek wisata yang yang lebih dikenal dengan sebutan JPI ini juga menawarkan suasana camping malam yang penuh sensasi. Dengan camping di sini anda bisa menikmati pemandangan kota purwodadi yang sangat indah. Mulai sejak sunset di petang hari dan malamnya dari atas bukit ini anda bisa melihat suasana kelap-kelip indahnya lampu di seantero kota purwodadi. ”Sunset dan sunrise menjadi buruan para penikmat keindahan,” pungkas Eni.

Jika anda camping di bukit cinta Jatipohon,maka anda  akan menikmati cahaya “bintang” yang bertaburan di bumi. “Pokoknya keren banget, dari sini bisa melihat kerlap-kerlip lampu dibawah sana, kota Purwodadi kelihatan dari sini” ungkap Puput, salah satu peserta camping Komunitas Wisata Grobogan. Hanya dengan membayar tiket masuk 5 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dari perbukitan Jatipohon.


Dwi Arofa, salah seorang peserta camp Wisata Grobogan menceritakan keasyikannya ngecamp di puncak Lamping, Jatipohon. “Pokoknya keren, sorenya bisa melihat sunset dan paginya bisa menikmati sunrise”, akunya. 

 Menurut Beny, salah satu pengelola wisata JPI, wisata bernuansa keindahan alam di Jatipohon sudah ada sejak tahun 1931. Hanya dengan membayar tiket masuk 5 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dari perbukitan Jatipohon. Sejak dulu Jatipohon menjadi tempat peristirahatan para tamu pejabat kabupaten Grobogan karena Jatipohon dikenal dengan pemandangannya yang indah. “Dari dulu disini tempat singgah tamu kabupaten ataupun bupati” jelasnya.


Ketua komunitas Wisata Grobogan, Pujiyanto yang disela-sela camping menjelaskan, bahwa komunitasnya secara aktif mempromosikan Jatipohon agar lebih banyak dikenal sampai luar daerah. “ Jarang yang ngecamp disini, makanya kami mengajak pihak desa untuk mengembangkan wisata camping,” jelasnya.

Dia berpesan agar masyarakat di desa wisata bisa memahami dan menerapkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Selain itu partisipasi pemuda Karang Taruna, dan adik-adik pelajar yang sudah ditanamkan sadar wisata sejak dini juga menjadi modal keberhasilan dalam membangun desa wisata. “Pelakunya adalah adik-adik pelajar dan Karang Taruna, itu nanti yang akan mengembangkan keberlanjutan desa wisata ini,” paparnya. (RE)


Monday, 15 January 2018

7 Hari Pencarian Nihil, Pencarian Warga Randurejo Dihentikan


GROBOGAN, Grobogantoday.com – Upaya pencarian  seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut akhirnya dihentikan. Penghentian itu dilakukan setelah upaya pencarian yang dilakukan selama tujuh hari terakhir tidak membuahkan hasil.

“Kita sudah melakukan upaya maksimal. Maka pencarian hari ketujuh oleh Tim SAR di Rendurejo kita tutup. Penutupan operasi dilakukan setelah tidak menemukan hasil sampai tujuh hari. Meski demikian, kami tetap memantau kondisi lapangan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Senin (15/1/2018).
Menurut Masrichan, tim SAR sudah berupaya maksimal dengan melakukan pencarian hingga radius 40 kilometer. "Kita sudah melakukan pencarian hingga Kecamatan Wirosari. Walaupun pencarian kita hentikan, kita juga akan melihat perkembangan di lapangan,"  jelasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak tujuh hari yang lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB. “Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Ia ijin mau buang air besar ke sungai,” jelas Laman, kakek korban.


Sekitar pukul 19.00 WIB, Laman baru teringat, cucunya belum pulang ke rumah. Seketika itu juga ia bersama warga mencari keberadaan korban di sepanjang aliran sungai. “Selain mencari ke sungai, kita juga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.(RE)

Diduga Asyik main HP, Seorang Pria Meninggal Tersambar Kereta Api


KARANGRAYUNG,Grobogantoday.com- Diduga asyik main handphone, seorang pria tertabrak kereta api Sembrani  di emplasemen stasiun Karangjati, Kecamatan Karangrayung,Minggu(14/1/2018) sekitar pukul 22.10 WIB. Akibatnya, korban mengalami luka cukup serius  dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, korban diketahui bernama Eko Wardoyo(24), warga Desa candisari RT 01 RW 04, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Kejadian bermula saat korban bermain handphone sambil berjalan di perlintasan kereta api. Saat bersamaan, kereta api sembrani jurusan Jakarta-Surabaya melintas, korban yang berjalan di jalur kereta api tidak mendengar bunyi tanda peringatan dari masinis. Tak khayal, tubuh korban tertabrak kereta. Korban terpelanting dengan luka cukup parah di seluruh tubuh korban. Akibat luka yang dideritanya, korban langsung meninggal di lokasi kejadian.


Melihat kejadian tersebut,  Ika Yoga Pratama, security stasiun langsung  menghampiri korban dan menghubungi polsek setempat. Setelah sampai di lokasi kejadian, petugas langsung mengevakuasi korban. Selanjutnya  korban dibawa ke puskesmas setempat. (RE)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com