Saturday, 16 December 2017

Apa Arti Gempa Tasikmalaya Menurut Kitab Primbon Jawa


GROBOGAN, Grobogantoday.com- Dalam ajaran Islam, gempa merupakan tanda peringatan dari Allah agar manusia mawas diri terhadap tingkah lakunya selama ini serta melakukan amal kebaikan. Dalam hadits dan Al – Qur’an, Azab Allah terhadap kaum yang dholim dan aniaya berupa musibah gempa dan wabah penyakit. Bahkan, salah satu tanda terjadinya kiamat nanti adalah terjadinya gempa secara terus menerus.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Tidak akan datang Kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi” [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan 13 : 81-82]

Suku Jawa atau orang Jawa kuno memaknai gempa merupakan sebuah pertanda alam dari sang pencipta agar manusia bisa membaca diri dan waspada atau dikenal ‘Moco ing Waskito’.

Masyarakat suku Jawa kuno membukukannya dengan istilah kitab primbon sebagai panduan untuk membaca watak atau pun tanda dan kejadian alam di sekitarnya. Mereka mencatat, mencermati tanda – tanda alam tersebut saat mulai mengenal tulisan. Salah satunya mulai di tata menjadi sistem penanggalan, sistem musim, dan sisi rasi bintang. Sebagian lagi di patenkan menjadi catatan tanda-tanda alam.

Salah satu kitab primbon yang pernah dikenal oleh suku Jawa adalah Primbon Mujarab yakni kitab primbon bertuliskan pego ( huruf arab untuk menulis bahasa Jawa). Meski lambat laun, seiring perkembangan zaman, primbon Jawa semakin ditinggalkan. 

Berikut petikan dalam primbon mujarobat:
“Lamun ana lindu wulan rabiul awwal rahina, alamat akeh wong oleh derajat lan akeh pakering, lamun wengi alamat akeh udan lan angin lan akeh ombak”. (jika ada lindu(gempa) pada bulan  Rabiul awwal siang hari, pertanda banyak orang mendapat pangkat/derajat dan banyak pakering. Jika lindu terjadi pada malam hari pertanda banyak hujan dan angin, serta ombak yang besar). (RE)


Gempa Terasa Hingga Grobogan


GROBOGAN-Grobogantoday.com-Guncangan gempa terasa di Kabupaten Grobogan  pada malam ini sekitar pukul 23.50 WIB. Getaran gempa beberapa saat dirasakan oleh warga, terutama yang masih terjaga. Gempa terasa hingga 5 menit. “Terasa goyang-goyang,kirain Cuma perasaan saja,” ungkap Wahyu, warga Purwodadi.

Hal senada diungkapkan Adam, warga Sedadi. "Di tempatku juga kenceng banget," ungkapnya.


 Laporan dari BMKG, gempa ini berkekuatan 7,3 skala richter. Pusat gempa berada 43 kilometer dari Tasikmalaya, dengan kedalaman 103 km dan berpotensi tsunami. (RE)

Friday, 15 December 2017

Jalan Berlubang Bahayakan Pengguna Jalan


PURWODADI, Grobogantoday.com- Banyaknya lubang di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro, Purwodadi dan jalan Danyang-Kuwu banyak dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, selain berlubang cukup dalam, akibat kerusakan tersebut banyak pengguna jalan yang terjatuh akibat terperosok.

Dari pantauan Grobogantoday.com, lubang di sepanjang jalan P.Diponegoro sudah ada sejak sebulan terakhir. Lubang yang menganga cukup lebar sangat membahayakan para pengguna jalan, khususnya sepeda motor.

Lubang jalan paling parah terjadi di jalan Danyang-Kuwu, tepatnya di Dusun Tempel, Desa Ngraji. Selain cukup lebar, lubang yang tepat berada di tikungan ini juga cukup dalam, hingga duapuluh centimeter. Jika tidak waspada, pengendara roda dua bisa terjatuh masuk ke lubang tersebut. “Memang lubangnya dalam banget. Jadi harus pelan-pelan kalau melintas. Kalau tak tahu berlubang, pasti jatuh,” ungkap Mulyadi, salah seorang pengguna jalan.

Hal itu diperparah jika hujan turun, lubang jalan akan tertutup genangan air. Pengendara sepeda motor yang tak pernah melintas pasti akan terjerembab ke dalam lubang. “Saya juga pernah jatuh disini. Ada airnya, kirain gak berlubang,” tambah Hidayat, pengguna jalan yang lain.

Warga berharap, lubang-lubang di kedua titik tersebut segera diperbaiki agar tidak memakan korban lebih banyak lagi. “Sudah banyak yang jatuh disini. Harusnya dinas terkait segera memperbaiki,” ungkap warga Tempel yang enggan menyebutkan namanya. (RE)



Rumahnya Roboh, Janda Asal Kuwaron Ini Butuh Bantuan


GUBUG,Grobogantoday.com- Sebuah rumah milik Sutiyem(70), seorang janda miskin di Desa Kuwaron RT 2 RW 6, Kecamatan Gubug,Grobogan roboh setelah diguyur hujan deras yang terjadi Kamis(14/ 12) sore. Rumah berukuran enam kali lima meter ini sudah lapuk termakan usia ini rata dengan tanah. Beruntung saat roboh, nenek ini tidak ada dirumah, sehingga selamat. Namun seluruh perabotan seisi rumah tak sempat diselamatkan dan tertimbun  rumah yang roboh.

Menurut Satiyem, saat kejadian ia sedang tidak berada di rumah. Saat itu ia sedang bekerja sebagai tukang bersih bersih di SMP Negeri 1 Gubug, pekerjaan yang dijalaninya setelah ditinggalkan Ngatman,suaminya. “Tadi waktu kejadian saya pas tidak di rumah. Alhamdulillah saya selamat,” tuturnya.

Mengetahui rumah Sutiyem roboh, para tetangga dan warga sekitar pun kemudian berdatangan membantu menyelamatkan barang-barang milik Satiyem ke tempat yang lebih aman. “Usai roboh, warga kesini untuk menyelamatkan barang-barang Mbah Satiyem,” jelas Kuswati, tetangga korban.

Sebelumnya, rumah dibagian dapur telah roboh, namun tetap ia tempati karena keadaan ekonominya yang pas pasan. Jangankan untuk memperbaiki rumah, uang hasil bekerja sebagai tenaga kebersihan di sekolah smp pun tak cukup untuk kebutuhan hidupnya. Selama ini pun tak pernah satu pun bantuan dari pemerintah yang ia diterima. “Itu juga menumpang di tanah tetangga. Mbah satiyem juga gak pernah mendapatkan bantuan,” tambah Kuswati.

Satiyem merupakan salah satu potret warga miskin di Grobogan yang selama ini terabaikan dan tak tersentuh bantuan. Warga berharap pemerintah Grobogan membantu meringankan beban Satiyem dengan memperbaiki rumahnya agar bisa ditempati kembali. (RE)


Gereja Kaliceret, Gereja Tertua di Grobogan


TANGGUNGHARJO, Grobogantoday.com- Gereja tua dengan usia ratusan tahun, saat ini masih kokoh berdiri di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Gereja antik berukuran limabelas kali limabelas meter dengan tinggi duabelas meter ini sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu jati tua,yang hingga kini masih terpelihara keasliannya. Mulai dari tiang, dinding, mimbar, hingga kursi untuk jamaahnya. Namun sayang bangunan yang merupakan cagar budaya ini kurang mendapatkan perhatian dari dinas terkait.

Perpaduan arsitektur  Jawa dan Belanda terlihat pada bangunan yang terletak di Jalan raya Gubug-Kedungjati ini.  Ini terlihat dari hiasan depan bangunan gereja yang terlihat seperti gerigi tajam tertata rapi serta tinggi bangunan gereja yang menyesuaikan dengan kondisi cuaca lingkungan jamaat.  Karena termakan usia, kondisi tempat duduk jamaat dana atap gereja pun banyak yang sudah lapuk dan berlubang. Demikian pula kondisi dinding bangunan, tak simetris lagi, karena kondisi pondasi yang sudah tidak layak karena termakan usia. Namun  gereja tua ini masih digunakan jamaat sebagai tempat untuk merayakan hari natal setiap tahunnya.

Menurut Agus Tri Sarjoko,Pendeta Gereja Kristen  Jawa Kaliceret, gereja ini dibangun sejak tahun 1898. Gereja ini merupakan gereja peninggalan Belanda yang belum pernah direnovasi. Sebelum kemerdekaan, para pendata berasal dari Jerman dan Belanda, namun setelah kemerdekaan dilanjutkan pendeta asli dari jawa, yakni yusafat siswodarmo. “Dulu sebelum kemerdekaan pendetanya dari Jerman dan Belanda. Kemudian diteruskan pendeta asli jawa. Kemudian Karsan Suharsono serta sejak 1998 hingga sekatrang melanjutkannya,” jelas Agus Tri Sarjoko.

Selain untuk tempat beribadah, gereja ini juga sempat dijadikan sebagai tempat untuk penampungan tahanan pada masa penjajahan Belanda. Selain bangunan gereja, juga terdapat lonceng yang berusia ratusan tahun. Lonceng tersebut merupakan hadiah dari negara Jerman pada 1912 yang hingga kini masih terpelihara. “Lonceng tersebut kemudian diberi nama lonceng rahmat, karena lonceng tersebut digunakan sebagai sarana untuk memanggil jamaah untuk beribadah,” tambah Agus.

Gereja Kristen Jawa Kaliceret ini dijadikan sebagai salah satu cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten namun hingga kini tidak ada perhatian dari pemkab untuk perbaikan gereja tersebut. “Beberapa kali pihak gereja mengajukan perbaikan. Namun tak kunjung ada perhatian. Kita berharap ada pehatian dari pemkab agar salah satu cagar budaya ini tetap lestari dan terjaga keasliannya,” imbuhnya. (RE)

Korban Hanyut Bendung Klambu Ditemukan


KLAMBU, Grobogantoday.com- Hari kedua upaya pencarian penjaga Bendung Klambu, Samirin yang dilaporkan hanyut saat membersihkan sampah di Bendung Klambu akhirnya membuahkan hasil, Jumat (15/12/2017) pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari Bendung Klambu. Jenasah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa lagi. Menurut Masrikan, Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan, pintu bendung sebelah utara di hari pertama ditutup untuk mempermudah pencarian. “Kemungkinan korban tertutup lumpur saat hari pertama. Di hari kedua ini, pintu air dibuka sehingga lumpur yang menutup korban hilang. Sehingga korban muncul di permukaan,” jelasnya.

Pencarian hari kedua ini dibantu beberapa pihak, yakni TNI, Polri, relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara dan Tim SAR Kudus serta Demak. Mereka melakukan pencarian hingga Bendung Wilalung, Kudus.


Seperti diberitakan, peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan  bambu. Diduga bambu patah, sehingga  warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai di sebelah barat Bendung Klambu. (RE)


Luncurkan Aplikasi Si Sigap untuk Layanan Kedaruratan di Kabupaten Grobogan


PURWODADI, Grobogantoday.com- Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Grobogan, Dinas Kesehatan meluncurkan aplikasi berbasis android, yakni Si Sigap.  Aplikasi ini secara resmi diluncurkan pada Jumat (15/12) di halaman Dinas Kesehatan Grobogan, Jalan Gajahmada, Purwodadi. Suara sirene mobil ambulans menandai diresmikannya program baru yang diluncurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan yakni Public Service Centre (PSC) Si Sigap.
"Aplikasi ini dapat digunakan ponsel berbasis android. Dengan aplikasi ini, kita akan dapat meningkatkan akses dan mutu layanan kegawatdaruratan, mempercepat respon penanganan, dan menyelamatkan jiwa serta mencegah kecacatan," kata drg. Lely Astati, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan.

Lely menjelaskan penggunaan aplikasi ini saat keadaan darurat. Jika terjadi kebakaran atau kecelakaan, masyarakat bisa segera meminta bantuan melalui call center 08112930119 atau melalui aplikasi Si Sigap. “Untuk aplikasi Si Sigap, bisa diunduh melalui playstore pada ponsel android. Setelah mendapat info dari masyarakat, kami mengirimkan bantuan sesuai kasus yang dilaporkan," jelas Lely.

Lely menambahkan pertolongan yang dilakukan petugas Si Sigap ini sesuai prosedur karena mereka telah mendapatkan sertifikat BTCLS. Dengan pertolongan petugas, masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat segera diselamatkan. “Beberapa pihak yang ikut masuk dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yakni rumah sakit, puskesmas, PMI, kepolisian, TNI, Damkar, BPBD serta SAR. Jejaring inilah yang membentuk komunikasi bersamaan melalui aplikasi Si Sigap ini,” terangnya.

Peresmian aplikasi ini dilakukan oleh Bupati yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Grobogan, Nur Said. Peresmian aplikasi ditandai dengan penekanan tombol bersama dengan jajaran Forkopimda yang turut hadir dalam kegiatan ini. Usai meresmikan aplikasi ini, Nur Said didampingi Lely Astati meresmikan gedung Public Safety Center (PSC) yang merupakan ujung tombak pelayanan kegawatdaruratan Pra Fasyakes Daerah di Kabupaten Grobogan.


Dalam sambutannya, Nur Said meminta kepada Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan  kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Grobogan. Terutama setelah diresmikannya aplikasi si Sigap dan gedung PSC Kabupaten Grobogan ini. "Kami dari Pemkab Grobogan mengapresiasi adanya layanan Si Sigap dan PSC ini. Dengan adanya layanan ini, masyarakat di Kabupaten Grobogan dapat berkoordinasi langsung dengan petugas di lapangan ketika terjadi kegawatdaruratan," kata Nur Said.(Tya/RE)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com