Tuesday, 24 April 2018

Sekda Grobogan: Penyerahan KTP-el Gratis



PURWODADI,Grobogantoday.com-  Sebanyak 32.910 keping KTP-el dibagikan kepada 280 kades/lurah se-kabupaten di Pendopo Kabupaten Grobogan, Rabu (24/4/2018). Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono.

Moh Sumarsono mengingatkan kepala desa dan kelurahan yang menerima KTP-el  untuk segera menyalurkannya kepada yang berhak. Ia mengingatkan agar tidak ada pungutan dalam penyalurannya. ”Pokoknya tidak dipungut biaya alias gratis-tis-tis. Jadi jangan sampai ada kades atau lurah yang berani melakukan pungli saat menyerahkan KTP ini pada warganya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Grobogan Moh Susilo menjelaskan, penyerahan ktp tersebut bertujuan agar bisa segera sampai kepada penerima. Warga tak perlu menunggu,  bisa mengambil langsung di kepala desa/kelurahan masing-masing. “Ini merupakan  hasil perekaman beberapa waktu lalu, tanpa pengajuan dari yang bersangkutan. Namun, berdasarkan daftar dari kementrian dalam negeri KTP warga tersebut sudah siap cetak. Untuk pelayanan selanjutnya, kami tinggal melakukan layanan reguler,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini jumlah wajib KTP di Kabupaten Grobogan berjumlah  1.088.517 jiwa. Sedangkan jumlah yang sudah melakukan rekam 1.074.763 atau 98.7 persen dan yang memiliki  KTP 1.051.391 atau 96,59 persen.“Saat ini masih ada sekitar 10 ribu hingga 13 ribu warga wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Beberapa diantara data tersebut merupakan warga yang baru mendapatkan hak pilihnya dalam Pilkada 2018,” katanya.

Pihaknya berharap agar masyarakat memanfaatkan waktu untuk melakukan perekaman KTP maupun catatan administrasi kependudukan yang lain di masing-masing kecamatan. Di samping itu, pihaknya juga melakukan pelayanan jemput bola di balaidesa, sekolah, dan ruang publik. “Kita juga datangi sekolah-sekolah untuk perekaman. Difabel juga menjadi sasaran kita, jumlahnya di Grobogan juga cukup tinggi,” pungkasnya. (RE)

Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Ringan, Keluarga Korban Mengamuk



PURWODADI, Grobogantoday.com- Tak terima dengan tuntutan jaksa yang dinilai terlalu ringan, keluarga korban  pengeroyokan  yang berujung dengan kematian Anang Tri Hidayat(24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati mengamuk di Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi, Selasa (24/4/2018). Umpatan dan makian terhadap jaksa yang dinilai tidak adil dari keluarga korban tidak saja di dalam ruang sidang, hal itu terulang hingga di halaman Pengadilan Negeri Purwodadi usai Hakim Ketua Cyrilla Nur Endah mengetok palu. Bahkan salah satu keluarga korban berguling-guling di halaman pengadilan mempraktekkan saat korban dikeroyok.

Evarisan, Kuasa Hukum keluarga korban, menjelaskan dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum  membacakan tuntutan kepada korban, yakni 8 tahun. Menurutnya hal tersebut terlalu ringan, bertentangan dengan surat edaran Jaksa Agung tentang pedoman penuntutan pidana umum no 13 tahun 2012. 

”Tuntutannya hanya 8 tahun saja. Padahal dalam pasal  170 KUHP tuntutan maksimalnya 12 tahun. Ini jelas bertentangan dengan surat edaran Jaksa Agung tentang pedoman penuntutan pidana umum no 13 tahun 2012. Harusnya ada unsur penjeraan, minimal 10 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” ungkapnya.

Ia berharap, saat putusan nanti  hakim bisa memberikan putusan yang maksimal sesuai pasal yang didakwakan. “Hakim merdeka membuat keputusan, tidak terpaku dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Kami harapkan sesuai dengan pasal yang didakwakan,yakni 12 tahun” ungkapnya.(RE)

Sunday, 22 April 2018

Botol Bensin Tumpah, Toko Kelontong di Grobogan Terbakar


GROBOGAN, Grobogantoday.com - Botol berisi bensin terjatuh dan menyambar kompor, sebuah  toko kelontong di Dusun Welahan RT 4 RW 8, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan terbakar, Minggu (22/4/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun akibat musibah ini, korban menderita kerugian sekitar Rp 25 juta. 

Korban diketahui bernama Sukarni(38).Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, kejadian bermula saat korban sedang memasak di dalam toko miliknya, kemudian datang Suliyem(25) untuk membeli bensin eceran di toko milik korban. Karena korban sibuk memasak,  korban mempersilakan Suliyem untuk mengambil botol bensin eceran dan menuangkannya sendiri. Namun saat menuangkan bensin ke motornya, tiba-tiba botol yang berisi bensin tersebut terjatuh dan pecah. Bensin yang tumpah akhirnya menyambar api yang menyala di kompor gas milik korban yang jaraknya kurang lebih 1 meter dengan jatuhnya botol bensin tersebut. "Bensin yang tumpah menyambar api di kompor," ungkap korban kepada polisi. 

Akibatnya, api dengan cepat berkobar. Melihat kejadian tersebut, korban berusaha memadamkan api dengan menyiram dengan air. Akan tetapi api semakin membesar dan membakar barang barang dagangan milik korban yang terdapat di dalam toko milik korban. Kemudian korban berteriak minta tolong. "Saya sudah berusaha menyiramnya dengan air, namun api makin besar," ungkapnya. 

Selang beberapa saat, warga pun berdatangan untuk membantu memadamkan api dan menyelamatkan sebagian barang milik korban. "Mendengar teriakan minta tolong, tadi saya langsung kesini membantu memadamkan api," jelas Dwi Susanto, tetangga korban. 

Walaupun begitu, beberapa barang milik korban tidak bisa diselamatkan. Barang yang terbakar antara lain 2 buah lemari es, 1 buah kompor gas, uang tunai Rp 7 juta serta barang yang dijual korban di tokonya. "Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa namun korban mengalami kerugian materiil kurang lebih Rp 25 juta," jelas Kapolsek Grobogan, AKP Sucipto. (RE) 


Usai Tabrak Motor, Sebuah Mobil Tercebur di Sungai




GODONG, Grobogantoday.com - Usai menabrak sebuah sepeda motor, sebuah mobil Toyota Avanza bernomor B 1954 IX yang dikemudikan Wahyudi, warga Cirebon tercebur irigasi sedalam dua meter di jalan Gubug-Purwodadi, Minggu (22/4), sekitar pukul 07.00. Sopir diduga mengantuk. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.00. Sebelum tercebur di sungai irigasi Desa Tinanding, Kecamatan Godong itu, mobil melaju dari arah Semarang menuju Purwodadi.

Setiba dilokasi kejadian, mobil tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak motor Honda Vario K 5088 BJ dari berlawanan arah yang dikemudikan Sumarmi, warga Tinanding, Kecamatan Godong. Motor pun sempat terseret beberapa meter dan baru terlepas saat mobil menabrak pohon. Meski demikian, mobil masih tetap melaju.

Mobil baru berhenti setelah tercebur di saluran irigasi sedalam dua meter di desa tersebut. Melihat kejadian tersebut, warga langsung datang memberikan pertolongan. Sumarmi hanya mendapatkan luka ringan.

Sementara, warga membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelamatkan sopir yang terjebak di dalam mobil. Beruntung, sopir dapat terselamatkan dan dievakuasi ke rumah warga.”Kurang tahu persisnya, tahu-tahu ada suara benturan dan tak lama terdengar benda masuk dalam air. Warga langsung keluar rumah, tidak tahunya mobil sudah di dalam irigasi. Kami pun segera memberikan pertolongan,” kata warga setempat, Supriyadi.

Derasnya arus, membuat proses evakuasi mobil dari dasar sungai. Mobil baru bisa dievakuasi lima jam setelah kejadian. Polisi yang tiba di lokasi membantu proses evakuasi dan mengamankan lalulintas sekitar.


Kejadian tersebut sempat membuat arus lalulintas macet. Pasalnya banyak kendaraan yang lewat di lokasi, berhenti untuk melihat kejadian tersebut. Kejadian ini masih ditangani kepolisian resor Grobogan.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede saat diminta keterangan mengenai kecelakaan tersebut menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi akibat sopir mengantuk. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan ini, baik pengendara sepeda motor maupun sopir mobil hanya mengalami luka ringan," jelasnya. (RE) 

Kelas Inspirasi Grobogan, Menginspirasi Siswa Lewat Ragam Profesi




GEYER,Grobogantoday – “Bermimpi tanpa batas. Berani Bercita-cita”. Itulah slogan mengajar sehari, Kelas Insiprasi Grobogan (KIG) edisi  kedua, Sabtu(21/4/2018). Dari ketujuh Sekolah Dasar di Kecamatan Geyer yang dikunjungi, pihak sekolah sangat menyambut baik kegitan ini. Selain bisa menginspirasi para siswa, metode pembelajaran yang diberikan oleh para relawan sangat bagus. Sehingga bisa diterapkan guru kepada anak didiknya.


Ratusan relawan  terlibat dalam program Kelas Inspirasi Grobogan(KIG)  ini.Program yang diinisiasi oleh alumni Program Indonesia Mengajar inimengumpulkan ratusan relawan dari berbagai profesi untuk menjadi “guru sehari”. Para relawan bertugas memberikan inspirasi dan menginformasikan berbagai profesi yang digeluti di masa depan. Antara lain, pilot, dokter, jurnalis, psikolog, polisi, dosen, teknisi, anggota TNI, desain grafis, bidan, dan masinis. Selain dari Grobogan, relawan juga berasal dari berbagai kota lainnya. Seperti, Semarang, Jogja, Madura, Jakarta, Surabaya, Surakarta, dan Bandung. “Para profesional ini disebut relawan pengajar. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman kerja dan memberikan motivasi untuk mempersiapkan diri meraih cita-cita,” jelas Wulandari, selaku Koordinator KIG.



Wulandari menambahkan, para profesional diajak untuk menceritakan profesinya, diharapkan agar para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita. “Diharapkan mereka akan memiliki mimpi yang besar, sehingga akan lebih rajin belajar,” tuturnya.


Ketujuh sekolah dasar yang menjadi tujuan KIG yakni, SDN 01 Rambat, SDN 3 dan 4 Juworo, SDN 1 Ngrandu, SDN 2 Suru, SDN 3 Sobo dan SDN Kalangbancar. Ketujuh Sekolah Dasar ini berada di satu kecamatan, yakni Geyer . “Antusias untuk jadi relawan KIG ini luar biasa. Seleksinya juga cukup ketat. Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan relawan meluangkan waktunya mengikuti program KIG ini,” jelasnya.



Loraberty, seorang apoteker dari Jakarta menuturkan bahwa dirinya sangat tertantang untuk ikut kelas inspirasi. Dirinya sangat senang bisa ambil bagian pada kelas inspirasi Grobogan. “ Semoga bisa bermanfaat buat adik-adik semua. Jika dibuka kelas inspirasi lagi saya pasti kut kembali. Datang ke kota baru dan bisa mendapatkan pengalaman baru juga,” jelasnya usai mengisi KIG di SD Negeri 1 Rambat.



Pengakuan yang sama diutarakan Lisa A. Raharjo, seorang dosen pasca sarjana di sebuah universitas di Surabaya menjelaskan jika dirinya telah lebih dari 10 kali mengisi Kelas Inspirasi di berbagai kota di Indonesia. “Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi bagi anak-anak,” katanya.



Suyana, salah seorang guru di SD N 1 Rambat menyambut baik kegiatan KIG. Ia berharap di kegiatan berikutnya bisa dilibatkan kembali. “Semoga di kegiatan mendatang sekolah ini bisa  menjadi salah satu tujuan KIG kembali. Selain bisa menginspirasi para siswa, metode pembelajaran yang diberikan oleh para relawan sangat bagus,bisa diterapkan kepada anak didik nantinya ,” ungkapnya.



Amin Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan menyambut baik hadirnya kelas inspirasi di Grobogan. Beliau memberikan apresiasi setinggi2nya pada semua pihak yg terlibat khususnya para relawan, panitia lokal, Pak Camat dan KaUPTD kec. Geyer, para Kepala sekolah dan pengawas. Kadisdik menilai gerakan ini  mempunyai manfaat sangat positif dalam menginspirasi para peserta didik untuk bisa sukses menggapai masa depannya. “Saya sangat mendukung kelas inspirasi ini. Ini sangat membantu peserta didik. Tahun kemarin saya juga ikut menjadi relawan kok. Semoga bisa dilanjut di kemudian hari, lebih baik lagi dan lebih masif, melibatkan lebih banyak relawan dan lebih banyak sekolah” harapnya.(RE)

Puting Beliung Robohkan Satu Rumah di Grobogan



GROBOGAN, Grobogantoday.com – Sebuah rumah roboh dan puluhan lainnya rusak saat bencana angin puting beliung melanda Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, Sabtu (21/4/2018). Hujan lebat yang disertai angin kencang ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Rumah yang roboh yakni milik warga yang tinggal di Dusun Blado RT 02, RW 05. Meski rumahnya rata dengan tanah, namun penghuninya berhasil selamat dalam musibah tersebut. Selain itu,  puluhan rumah warga lainnya mengalami kerusakan yang bervariasi akibat terjangan angin kencang. Mulai dari genting yang beterbangan hingga dinding rusak.

Camat Grobogan Nur Nawanta menyatakan, musibah terjadi bersamaan dengan turunnya hujan lebat di wilayahnya sejak pukul 15.00 WIB. Pada beberapa desa, turunnya hujan ada yang diselingi dengan hembusan angin kencang. “Ada sekitar 70 rumah yang mengalami kerusakan. Sedangkan satu rumah milik Miftahul Huda roboh, namun tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. (RE)

Friday, 20 April 2018

Truk Tak Mampu Menanjak, Pencuri Kayu Tertangkap


PURWODADI, Grobogantoday.com - Gara-gara truk bermuatan kayu ilegal tak mampu melewati tanjakan, dua pelaku ilegal logging berhasil diamankan aparat Polsek Geyer dan petugas Perhutani KPH Gundih. Tersangka yang diamankan yakni Parmo (49), warga Desa Sambeng, Kecamatan Juwangi, Boyolali dan Ali Rohman (31), warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung. Kedua tersangka itu akan dijerat dengan pasal 83 ayat 1, huruf b, UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.

“Kedua pelaku diamankan saat berada di pertigaan jalan arah Grobogan dan Sragen, tepatnya di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Jumat (20/4/2018).

Bersama dengan tersangka, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kayu, totalnya ada 61 batang dengan berbagai ukuran. Kayu tersebut ada yang sudah dipotong dalam bentuk balok dan ada yang masih bewujud gelondongan.

“Secara keseluruhan, volume kayu sebanyak 3,7944 meterkubik kubik. Untuk nilai kerugian dari pihak Perhutani ditaksir sekitar Rp 26 juta,” sambungnya

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, penangkapan tersangka berawal saat anggota Perhutani KPH Gundih sedang melakukan patroli rutin. Saat melintas di pertigaan jalan Kedungombo-Monggot di Desa Kalangbancar yang kondisinya agak menanjak, keduanya sempat menyaksikan ada truk yang tak mampu melewati tanyakan, mlorot dan tersandar pada pohon besar karena kelebihan muatan.

Melihat hal tersebut, kedua pegawai Perhutani itu mendekati truk tersebut dan mengecek muatan yang ada didalam bak. Saat diperiksa, dalam truk bernomor polisi H 1547 TA tersebut terdapat puluhan batang kayu jenis sonokeling dalam bentuk balok dan gelondongan.

Melihat ada truk penuh muatan kayu, pegawai perhutani tersebut kemudian menghubungi Polsek Geyer. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka Parmo sempat menunjukkan nota angkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak.

Meski ditunjukkan nota, petugas gabungan tidak percaya begitu saja. Beberapa petugas kemudian melakukan pengecekan ke lokasi yang tertera dalam nota atau dokumen tersebut.

“Saat diperiksa di lokasi ternyata tidak ada bekas tebangan kayu sonokeling. Akhirnya, keduanya kita amankan berikut barang bukti truk berisi kayu itu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Choiron.

Sudaryana, Adm KPH Gundih menjelaskan bahwa kayu curian tersebut berasal dari hutan wilayah KPH Telawah. Namun pelaku tertangkap saat melintas di wilayah KPH Gundih. "Area pencurian kayu sekitar 0,5 hektare. Berkat kerja sama Perhutani dan polisi, pelaku ilegal logging ini berhasil ditangkap," katanya. 

Berdasarkan pengakuan salah seorang tersangka, kayu tersebut akan dikirimkan kepada seseorang di Kaliyoso, Sragen. Namun tersangka berhasil melarikan diri. "Baru kali ini. Per batang saya jual sekitar Rp 300 ribu per batang," aku Parno. (RE) 

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com