Thursday, 22 February 2018

Tiga Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia



PURWODADI,Grobogantoday.com - Kepolisian Resort Grobogan bersama satpol PP, Kamis(22/2/2018), menggelar razia ke sejumlah rumah indekos di wilayah setempat dan mendapati tiga  pasangan tidak resmi serta 3 orang yang tidak mampu menunjukkkan identitas. Pasangan bukan suami istri tersebut diduga berbuat mesum selama berada di dalam kamar."Pasangan bukan suami istri ini kedapatan petugas berada di dalam kamar , karena tak bisa menunjukkan bahwa mereka pasangan resmi maka kami bawa ke mapolres," ujar Kasat  Sabhara AKP Lamsir.


Saat didatangi polisi,banyak penghuni kos yang kelabakan dan tidak mau membuka pintunya.Sehingga petugas terpaksa menggedor pintu dengan sangat keras.Selain menemui penghuni kamar yang sedang berduaan,di kamar juga ditemui penghuni kamar yang tidak memiliki identitas.


Tiga  pasangan tidak resmi tersebut terjaring razia saat petugas menyisir sejumlah rumah kos di wilayah Polres Grobogan. Untuk selanjutnya, ketiga pasangan tersebut dibawa petugas ke Mapolres untuk  didata dan dilakukan pembinaan. “Total ada 9 orang yang terjaring razia. Para pasangan bukan suami istri ini kita data dan kemudian kita panggil keluarganya.Mungkin saja mereka sudah berkeluarga,sehingga suami atau istrinya tidak terima. Mereka nantinya akan menjalani sidang tindak pidana ringan,"katanya.


AKP Lamsir menjelaskan, operasi atau razia tersebut sengaja dilakukan untuk menjaga stabilitas kamtibmas di daerah Polres Grobogan.  Kepolisian Resort Grobogan  akan rutin menggelar razia penyakit masyarakat."Sasarannya adalah rumah indekos,  dan sejumlah tempat lain yang rawan dijadikan lokasi perbuatan asusila.Banyak sekali laporan dari masyarakat bahwa tempat kos dijadikan tempat mesum," jelasnya.(RE)


Banyak Proyek Tak Terealisasi,Warga Jetaksari Pertanyakan Kinerja Kades



PULOKULON,Grobogantoday.com- Banyaknya kegiatan ABDes 2017 yang  belum terealisasi hingga saat ini membuat sejumlah warga Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon bersama BPD geram. Mereka mempertanyakan kinerja Kades Jetaksari, Ahmad Nur Solikin di hadapan Kabag Pemdes Daru Wisakti dan Camat Pulokulon di ruang pertemuan Kecematan Pulokulon, Kamis(22/2/2018). Warga yang membawa surat pernyataan agar kades mundur jika tak mampu melaksanakan tugasnya tak digubris kades.

“ Kami ingin kejelasan perincian  dana APBDes 2017 yang belum selesai. Baik  dari PAD, Dana Desa maupun dari ADD.  Warga menghendaki semuanya diperinci dan bisa termaktub dalam APBDes 2018 dan segera dilaksanakan. Per 31 Desember  masa akhir melaksanakan APBDes, tapi sampai saat ini belum selesai,” ujar Supriyono, salah seorang tokoh masyarakat Desa Jetaksari.

Sebelumnya perwakilan warga memberikan surat pernyataaan kepada kades untuk ditandatangani.  Surat pernyataan tersebut berisi jika jarak tertentu tidak mampu melaksanakan sanggup mundur, namun kades tidak mau menandatangani.  “Gak apa-apa tidak mau menandatangani. Namun yang bersangkutan sanggup menyelesaikan semuanya terhitung sepuluh hari dari sekarang,” jelas Supriyono.

Supriyono menambahkan, ada 7 proyek yang belum selesai. Mulai  sudah dibelikan material tetapi belum dikerjakan, hingga belum diapa-apakan sama sekali. Proyek tersebut yakni bronjong, jalan cor, jembatan, dan gapura balaidesa tidak selesai semuatambahnya. “Bronjong di Dusun Semutan baru dikerjakan sekitar 50 persen saja,” jelasnya.

Fauzi(30), salah seorang perangkat desa menuturkan, selama satu tahun terakhir , kades belum memberikan tunjangan kepada perangkat desa. Selain itu, gapura balaidesa yang telah dianggarkan juga belum dibangun. “Untuk gapura desa yang nilainya Rp 70 juta hanya ada pasir satu rit. Juga belum dikerjakan,” tambahnya.


Kabag Pemdes Daru Wisakti yang datang untuk memfasilitasi masalah tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan 2017 tidak selesai dan saat ini APBDes belum tersusun. “Yang belum terlaksana, di anggaran 2018 dianggarkan lagi silakan. APBDes agar disusun, kalau gak ada semua kegiatan tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

Daru menjelaskan, tidak hanya dana desa, PAD,ADD tahun 2017 yang belum selesai, dihitung sebagai silpa(Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Menurutnya BPD berwenang, jika kades tidak beritikad baik, tidak menyelesaian kegiatan, tidak menyusun APBDes, aset tidak dikirim ke desa. Jika kedisiplinan tidak diperbaiki, pihaknya memberi kewenangan kepada BPD untuk memberi teguran. “Jika teguran satu dan dua tidak direspon sampaikan kepada  bupati. Bupati akan memberikan peringatan ketiga. Jika peringatan ketiga tidak ada perubahan akan diskorsing. BPD harus berani mengambil sikap untuk melakukan pengawasan kepada kades. Memang Kades Jetaksari pernah diskorsing  tahun 2014,” tambahnya.(RE)


Wednesday, 21 February 2018

Warga Karangsono-Grobogan Pertaruhkan Nyawa Lewati Jembatan Ini



KARANGRAYUNG,Grobogantoday.com- Jembatan darurat dari bambu yang dibuat warga Dusun Wonorejo Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung kondisinya sangat memprihatinkan, Rabu(21/2/2018).  Walaupun berbahaya, warga tetap melintasi jembatan tersebut.  Anak-anak sekolah pun harus berjuang melawan licinnya jembatan bambu saat melintasi jembatan ini. “Kondisinya sangat parah. Jembatan utama yang tersisa sudah mau roboh lagi. Sedangkan jembatan darurat sudah mau roboh terbawa arus sungai. Kasihan anak-anak sekolah ,” jelas Ali Daryanto, Kasi Kesejahteraan Desa Karangsono.


Jembatan yang sudah roboh sekitar setahun yang lalu ini merupakan jembatan penghubung Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung dengan Desa Suru,  Kecamatan Geyer belum ada tanda-tanda penanganan. Jembatan darurat yang sudah dua bulan dibuat warga pun hanya bisa dilintasi para ejalan kaki, itupun harus dengan ekstra hati-hati. “Dengan robohnya jembatan ini, jelas mengganggu aktifitas warga. Kalau didiamkan saja, maka wargalah yang rugi,” jelas Ali Daryanto.


Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jembatan darurat sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa tiang penopang sudah roboh terseret arus sungai. Sedangkan badan jembatan bambu sudah melengkung. Usai hujan, kondisi jembatan sangat licin. Warga jarang yang berani melintas jika debit air tinggi. “Kalau air besar, jembatan ini lama-lama juga akan terseret arus. Begitu juga dengan jembatan beton yang tersisa akan ikut roboh semua,” jelas  Ali.

Pihaknya saat ini mengaku bingung, walaupun Dinas PUPR pernah melihat kondisi jembatan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan pembangunannya. Ali Daryanto menjelaskan bahwa jembatan tersebut dulunya merupakan aset Perhutani, namun setelah diserahkan kepada Pemkab Grobogan,jembatan tersebut dibangun dengan dana APBD Grobogan.”Pembangunannya selama 2 tahap,yaitu tahun 2011 dan 2012. Di tahun 2011 dibangun tiang penyangga dan   pilar besi,disusul tahun 2012 dengan pembetonan,” jelasnya saat meninjau lokasi.

Ia pun masih belum tahu pasti jembatan tersebut merupakan aset pemkab atau milik desa. Jika memang jembatan itu merupakan aset desa, maka pihaknya akan sesegera mungkin mengusulkan pembangunannya dengan menggunakan dana desa. “Setahu saya itu milik pemkab.  Yang membangun saja dulu juga pemkab. Namun jika itu milik desa, kami akan berupaya membangunnya,” tegasnya. (RE)



Warga di Grobogan Ini Ingin di Desanya Dibangun Jembatan



KLAMBU,Grobogantoday.com- Warga  Dusun Brakas Pulo ,Desa Terkesi,Kecamatan Klambu terus diliputi rasa was-was jika musim penghujan seperti ini. Bagaimana tidak, untuk melintasi sungai Lusi dengan debit cukup tinggi warga harus mengantri dengan naik perahu. Jika tidak menyeberang sungai, warga harus memutar cukup jauh. Warga berharap pemerintah  segera membangun jembatan untuk desanya.

Karmain(40),  warga Dusun Brakas Pulo menjelaskan, walaupun ada  jalur alternatif lain, namun warga harus memutar  dengan jarak lebih jauh melewati Kecamatan Godong. Jalur yang saat ini dilalui  warga saat ini merupakan akses ekonomi dan pendidikan utama warga. “Jalan ini merupakan akses utama ke sekolah,sawah,pasar dan aktifitas lain warga Brakas Pulo,” jelasnya.

Debit air yang meningkat membuat aktifitas penyeberangan meningkat. Saat jam berangkat sekolah tiba, sejumlah anak sekolah harus rela berangkat pagi buta agar tidak terlambat ke sekolah. Mustofa, siswa kelas 8 MTs Nasyrul Ulum Brakas mengaku sangat was-was jika sungai lusi meluap. Debit air yang besar membuatnya diselimuti rasa ketakutan jika hanyut terbawa arus sungai. “Takut sekali kalau air lagi besar seperti ini. Namun bagaimana lagi, adanya juga jalan ini,” kata Mustofa.

Agus (34) pengelola perahu menjelaskan, untuk melintas sungai lusi warga yang menggunakan sepeda motor harus membayar Rp 2 ribu, sedangkan pejalan kaki membayar Rp 500. “Kalau musim kemarau dikasih jembatan ala kadarnya. Sedangkan musim hujan seperti ini menggunakan perahu. Kalau untuk anak sekolah sudah ditanggung sekolah,” jelasnya.

Agus menambahkan, uang yang terkumpul tidak untuk keperluan pribadi,tetapi dikelola untuk biaya perawatan perahu dan jembatan. “Uang hasil retribusi digunakan untuk perawatan perahu dan jembatan,” imbuhnya.

Munir, Kepala Desa Terkesi mengatakan pihak desa telah mengajukan bantuan ke pemerintah kabupaten bahkan ke pemprov Jateng. “Kami sudah berusaha yang terbaik untuk warga. Namun bagaimana hasilnya belum tahu. Dusun Brakas Pulo sat ini dihuni sekitar 130 KK,dengan penduduk berkisar 400 jiwa. Akses tersebut merupakan jalur utama warga,” ungkapnya. (RE)

Longsor Kembali Ganggu Perjalanan Kereta Api Solo-Semarang



GEYER,Grobogantoday.com- Longsor kembali terjadi di jalur rel di KM 61 + 7/8 Gundih - Karangsono longsor, tepatnya di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Selasa (21/2/2018) malam. Akibat longsoran di sisi sebelah selatan rel tersebut,   kereta api jurusan  Semarang – Solo tidak bisa melintasi jalur tersebut. “Semula sudah dirapiin dan sudah bisa dilalui kereta api. Karena semalam hujan deras sekali, rusak lagi karena longsor,” ujar Tarwiji, warga Ledokdawan.

Pernyataan yang sama diutarakan Muri, warga yang lain.  Ia mengetahui jika rel tertimpa longsoran tebing saat pergi ke pasar. “Memang sebelumnya sudah bisa dilalui kereta api. Namun tadi pagi saat ke pasar, saya iseng-iseng melihat rel. Ternyata kena longsoran tanah,” jelasnya.


Dari pantauan Grobogantoday.com di lapangan, selain longsoran tebing baru di sisi selatan yang menutup perlintasan kereta api,  amblasan lama di sisi sebelah  utara yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali rusak. Pihak PT KAI Daop IV menerjunkan dua alat berat untuk memperbaiki longsoran tersebut. Tiang pancang dipasang untuk memperkuat talud. Material longsoran yang menutup rel sudah dibersihkan.


Akibat longsoran ini perjalanan kereta api jurusan Solo-Semarang dialihkan melalui stasiun Gambringan. Perubahan rute tersebut mengakibatkan keterlambatan perjalanan. (RE)


Tuesday, 20 February 2018

Melanggar, Baliho Bergambar Cagub Ganjar-Taj Yasin Dilepas Paksa



PURWODADI,Grobogantoday.com- Melanggar aturan, beberapa alat peraga kampanye (APK) pasangan calon gubernur Paslon Petahana Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang bertebaran di Kabupaten Grobogan diturunkan paksa  tim gabungan dari KPU, Panwas kab dan Panwascam serta Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) selaku penegak Peraturan Daerah,  Selasa (20/2/2018).

Tidak saja sepanduk, poster dan baliho yang dipasang oleh pendukung paslon itu di tepi jalan protokol di Kabupaten Grobogan. Namun, di Purwodadi, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, sebuah baliho berukuran besar yang dibuat di depan rumah ketua DPC PDI Pembangunan Sri Sumarni dan spanduk umbul-umbul di dekat kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Grobogan turut diturunkan paksa.

Agus Purnama, Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Grobogan menjelaskan, penurunan APK dilakukan sebagai langkah tegas untuk menertibkan APK ilegal yang dipasang secara asal-asalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan.“APK yang legal dicetak oleh KPU.  Selama ini KPU belum mencetak. Berarti APK itu ilegal dan memang harus ditertibkan dan memang dilarang di PKPU nomor 4 dan Perbawaslu no 12. Yang bisa dipasang itu yang dicetak dan dipasang oleh KPU,” kata Agus menjelaskan.

Tindakan tegas, dilakukan lantaran tidak ada inisiatif dari tim sukses untuk menurunkan sendiri poster yang mensosialisasikan pasangan calon. Pasalnya, sebelum melakukan penurunan paksa puluhan APK, telah dilakukan tindakan pencopotan paksa telah dilakukan teguran tertulis ke tim sukses calon gubernur.

“Kita beri waktu 3 x 24 jam. Habis Senin kemarin, dan hari ini kita serempak melakukan pembersihan APK di seluruh Kabupaten Grobogan. Yang diturunkan hanya APK calon Gubenur karena masa kampanye gubernur sudah mulai, tapi caleg kan belum,” katanya saat ditanya tentang masih adanya sejumlah APK milik Caleg dan Calon Wakil Presiden.(RE)

Beras Bansos Kualitas Jelek Bisa Ditukarkan, Maksimal 2 x 24 jam



PURWODADI, Grobogantoday.com – Beras bansos untuk  124.178 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Grobogan untuk bulan Maret akan segera didistribusikan. Jika kualitas beras tidak baik, KPM bisa melaporkannya ke desa setempat, dengan kesempatan menukar paling lama 2 x 24 jam. Demikian diungkapkan Sekretaris TIKOR Bansos Pangan Andung Sutiyoso saat memeriksa kualitas beras bansos di Gudang Bulog 104 Purwodadi, Selasa (20/2). “Jika kualitas jelek segera tukarkan. Ada kesempatan 2 x 24 jam setelah menerima beras bansos,” ungkapnya.

Selain melihat kesiapan beras yang akan didistribusikan, tim yang dipimpin Sekretaris TIKOR Bansos Pangan Andung Sutiyoso, juga melakukan pengecekan kondisi beras yang dikemas dalam bungkus ukuran 10 kilogram.“Kita mengecek kualitas beras yang akan dibagikan kepada 124.178 KPM di Kabupaten Grobogan. Tikor pangan Grobogan berkewajiban jangan sampai beras yang diterima penerima manfaat tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Andung didampingi Kepala Gudang Bulog 104 Purwodadi Zufron.

Andung yang didampingi perwakilan Polres, Kodim dan Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan menjelaskan, dengan dilakukannya pengecekan kualitas diharapkan tidak terjadi pengembalian beras seperti pada pendistribusian pertama yakni Januari dan Februari.“Ada temuan beras yang kualitas yang kurang baik di lokasi pengiriman 3 dan 4. Tapi, karena ada sinergitas dengan bulog maka beras langsung diganti karena ada jeda waktu sebelum 2 x 24 jam beras boleh ditukar,” katanya menjelaskan.

Adanya beras yang kurang baik, maka Tikor Bansos Kabupaten Grobogan terus melakukan koordinasi baik sebelum pendistribusian maupun pada saat melakukan pendistribusian. “Selain kualitas, pengecekan juga dilakukan pada ketersediaan beras di Gudang Bulog apakah memenuhi kebutuhan barang untuk didistribusikan mengingat saat ini belum ada pembelian beras dari masyarakat,” tambahnya.

Terkait temuan pada pengiriman tahap pertama, Zufron Kepala Gudang Bulog 104 Purwodadi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penukaran jika ada warga yang ingin menukar beras yang diterima.“Memang ada kesempatan untuk menukar paling lama 2 x 24. Dan dari semua barang yang telah dilakukan pengiriman pertama telah kita selesaikan,” katanya. (RE)


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com