Sekolah Nyaris Roboh, Siswa Belajar Bergantian


PURWODADI- Karena gedung sekolah rusak parah dan sudah tidak bisa ditempati lagi, siswa di Sekolah Dasar Negeri 4 Nambuhan harus belajar bergantian setiap harinya. Siswa satu kelas harus masuk siang  usai kelas 1 selesai proses belajar mengajarnya. Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri 4 Nambuhan,Kecamatan Purwodadi, Mujiono,  saat ditemui di kantornya, Jumat(19/5).”Kelas 1 pulangnya jam 10.00 WIB, setelah itu diisi kelas 2 sampai  pukul 13.30 WIB,” jelasnya.
Menurutnya, rusaknya gedung sekolah ini sudah berlangsung cukup lama. Namun pihak sekolah mulai mengosongkan kelas tersebut sejak 3 tahun yang lalu. “Anak-anak mulai tidak menempati ruangan kelas tersebut sejak 3 tahun yang lalu. Kami tidak mau anak-anak menjadi korban jika sekolah sewaktu-waktu roboh,” tuturnya.
Kondisi gedung sekolah memang sudah tidak bisa digunakan. Dari pantauan Grobogan Today di lapangan, gedung sekolah bisa sewaktu-waktu roboh karena bangunan sudah tua dan keropos di hampir 90 persen bagian bangunan. Mulai dari tiang penyangga yang lapuk dan keropos, dinding berlubang dimana-mana, plafon yang sudah berlubang, lantai yang sudah mengelupas dan genting yang sudah tidak genap lagi. “Daripada membahayakan siswa, maka gedung sekolah tidak kami gunakan lagi. Siswa juga kita larang melintas di gedung ini. Sebenarnya kasihan harus  masuk siang. Apalagi orang tua harus mengantarkan anaknya saat jam kerja,” tutur Mujiono.
Upaya pihak sekolah agar  ruang kelas bisa dipergunakan sudah dilakukan. Mulai dari memberi tiang penyangga tambahan, menutup lubang dengan kayu seadanya hingga menyulam genting yang berjatuhan. “Kami sudah berupaya mengusulkannya. Namun tahun ini juga belum ada realisasinya,” jelas Mujiono.
Ia menambahkan jika pihaknya tidak mau menyalahkan dinas terkait. Menurutnya, DPKAD telah meninjau kondisi sekolah dan akan mengusulkannya ke pemerintah pusat melalui DAK bidang pendidikan. “Mungkin masih banyak sekolah yang juga butuh perhatian,” tuturnya.
Tak hanya satu ruang kelas yang saat ini tidak bisa ditempati, satu ruangan kantor juga tidak bisa ditempati sejak dua tahun lalu. “Sebenarnya kita berusaha terus menempatinya. Namun sejak kerusakan makin parah dan  sangat membahayakan, kantor yang digunakan sebagai  ruangan guru kita kosongkan juga,” terangnya.
Ia berharap pembangunan gedung sekolah SD Negeri 4 nambuhan segera terealisasi, sehingga proses belajar mengajar di sekolahnya bisa berjalan lancar. “Semoga secepatnya bisa dibangun,” harapnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel