Banjir Kali Lusi Pembawa Berkah


PURWODADI – Biasanya banjir mendatangkan bencana, namun lain halnya dengan warga Dusun Pulogebangan, Desa Putat, Kecamatan Grobogan. Bagi mereka, banjir merupakan berkah tersendiri  bagi mereka. Banjir yang membawa material lumpur, dimanfaatkan warga untuk membuat batu bata. Dan profesi ini menjadi pekerjaan utama warga yang berada di bantaran Sungai Lusi ini.
Seperti pasangan Marmin dan Supi yang lebih dari 30 tahun berprofesi sebagai pembuat batu bata. Dengan profesinya ini, mereka bisa mencukupi keperluan sehari-hari dan menghidupi ketiga putranya. “Alhamdulillah, dengan profesi ini bisa kecukupan. Mau kerja lain juga gak gampang,” jelas Supi di sela-sela pekerjaannya menjemur cetakan bata.
Menurut  Supi, di desanya lebih dari 30 orang yang berprofesi sebagai pengrajin bata. Rata-rata mereka memiliki lahan sendiri-sendiri di sepanjang sungai Lusi. Mereka mengambil bahan baku dari bantaran sungai, kemudian mengolahnya menjadi cetakan bata yang siap pakai. Mereka membutuhkan waktu selama 10 hari untuk menghasilkan batu bata yang siap pakai. “Kalau musim kemarau 10 hari sudah selesai dibakar dan siap jual. Namun jika musim penghujan membutuhkan waktu lebih lama lagi,” jelasnya.
Menurutnya setiap bulannya dia mampu memproduksi batu bata sebanyak 15 ribu, itu pun jika cuaca mendukung. Namun jika musim penghujan, dia hanya mampu memproduksi batu bata sebanyak 5 ribu per bulan. “Produsi batu bata sangat terpengaruh dengan cuaca. Soalnya, setelah dicetak, batu bata harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembakaran,” terangnya.
Biasanya pembeli datang sendiri untuk mendapatkan batu bata hasil kerajinan dari warga ini. “Biasanya toko bangunan dan para pemakai kesini dengan membawa kendaraan sendiri.  Setiap seribu bata kita hargai 400 ribu Rupiah,” tuturnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel