Gandeng Komunitas Wisata Grobogan Untuk Hidupkan Wisata Cindelaras


TOROH-Berbagai upaya menghidupkan kembali Wana Wisata Cindelaras terus dilakukan karangtaruna Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh.  Destinasi wisata yang sempat moncer di tahun 2000-an ini, saat itu dikelola oleh Perum Perhutani KPH Gundih. Namun saat ini terbengkalai, tidak ada yang mengelola. Sehingga karangtaruna berinisiatif untuk menghidupkan kembali. “Saya sangat senang karang taruna punya inisiatif untuk menghidupkan kembali wanawisata Cindelaras. Kita tahu, dulu sangat ramai sekali dikunjungi wisatawan,” ungkap Suwadi, Kades Bandungharjo, saat menghadiri diskusi karangtaruna, Rabu(26/10) malam. 

Letak Cindelaras yang sangat strategis menjadi salah satu modal awal untuk kembali menghidupkan salah satu ikon wisata Kabupaten Grobogan ini. Disamping kerja keras dan semangat untuk mengelola kembali aset milik perhutani ini. “Kita sudah melakukan komunikasi dengan Perhutani. Perhutani sudah mempersilakan jika hendak mengelolanya. Untuk pembagian pendapatan bisa dibicarakan nanti,” ungkapnya.

Suwadi menambahkan, dalam pengelolaan destinasi wisata ini tak lepas dari biaya. Ia mengaku, saat ini pihak desa belum memiliki  anggaran untuk melakukan pembenahan. Namun pihaknya akan berkonsultasi dengan dinas terkait bagaimana menggunakan dana desa untuk pengembangan wisata. “Untuk saat ini warga swadaya melakukan penataan kembali wana wisata cindelaras,” imbuhnya.

Rusmin, juru kunci Cindelaras yang juga hadir dalam diskusi mengaku sangat senang pemuda desanya mau bekerja keras menghidupkan kembali Wana Wisata Cindelaras. Ia berharap, cindelaras bisa ramai kembali seperti jaman keemasannya dulu. “Semoga mimpi ini bisa kita wujudkan bersama-sama,” katanya.

Ungkapan optimis diutarakan Ibnu, wakil pengelola Wana Wisata Cindelaras yang baru ditunjuk dalam diskusi tersebut. Usaha yang dilakukannya bersama rekan-rekannya akan berbuah hasil. Karangtaruna bersama warga dengan suka rela mau bekerja keras membenahi setiap sudut wisata.”Saat ini sudah ada flying fox dan tiga wahana selfie. Namun ini masih kurang, akan segera kita tambah lagi,” ungkapnya.

Ibnu menambahkan, untuk segera merealisasikan pengaktifan wisata cindelaras, warga bersama karangtaruna aktif melakukan kerja bhakti setiap hari Minggu. Selain membersihkan lokasi, mereka juga mulai menata kembali tempat wisata tersebut.”Agar lebih hidup, kami juga mengadakan senam setiap hari Minggu. Dilanjutkan dengan kerja bhakti,” imbuhnya.

Untuk melakukan penataan dan publikasi, pihaknya melibatkan Komunitas Wisata Grobogan. Ia berharap, dengan kerja sama tersebut, wisata di desanya lebih cepat dikenal dan berkembang. “Selama ini Komunitas Wisata Grobogan sudah dikenal mengorbitkan beberapa destinasi wisata. Semoga dengan masukan dan bantuan publikasi bisa memajukan wisata cindelaras ini,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel