Penyerahan Kaki dan Tangan Palsu dari Paguyuban Rantau Grobogan


GROBOGAN - Sebanyak 65 penyandang disabilitas yang ada di Grobogan hari ini ,Jumat,(21/10) mendapat bantuan kaki dan tangan palsu. Bantuan ini merupakan kerja sama antara Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta.

Kusnanto selaku ketua Paguyuban Rantau Grobogan mengungkapkan,karena tingginya jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Grobogan,menjadi sebuah keprihatinan bagi Paguyuban Rantau Grobogan(PRG) ,sehingga paguyuban ini menggandeng MPPD(Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas) ,Pemerintah Kabupaten Grobogan serta Rumah sakit Yakkum untuk membantu tangan dan kaki palsu bagi penyandang disabilitas kabupaten Grobogan tersebut.

Bertempat di aula Rumah sakit Yakkum,diadakan penyerahan 31 kaki palsu ,20 tangan palsu serta kaki penyangga untuk polio 14 buah.Para penerima berasal dari beberapa kecamatan di Grobogan yang beberapa waktu yang lalu telah didata dan dilakukan pengukuran.

Wakil direktur rumah sakit Yakkum ,Dr Tri siswiyati dalam sambutannya mengungkapkan,agar para penerima bisa lebih mandiri."Disabilitas bukan sebagai sandungan untuk lebih maju.Tetaplah bersemangat untuk lebih baik," pungkasnya .


Dalam sambutannya Bupati Grobogan yang diwakili Asisten II Pemkab Grobogan,Dasuki menyampaikan apresiasinya atas kepedulian perantau untuk tanah kelahirannya.Beliau mengatakan kerja sama dengan CSR perusahaan maupun pengusaha sangat diperlukan. Sebab, keterbatasan anggaran di Grobogan menjadi hambatan laju pembangunan. Dengan adanya kerja sama seperti itu diharapkan mampu membantu pembangunan di Grobogan. Di kesempatan itu, Sri Sumarni juga mengimbau pada kepala desa dan camat untuk melakukan pendataan pada warganya.Khususnya bagi mereka yang menjadi penyandang disabilitas.

Dengan begitu, data base warga penyandang disabilitas dapat dibuat segera. ”Jangan bilang tidak tahu kalau nanti saya tanya soal jumlah ini itu. Kepala desa dan camat harus turun ke bawah untuk melihat kondisi riil di masyarakatnya. Itu agar pemberian bantuan dari pemerintah betul - betul tepat sasaran,” katanya.

Kusni anwar(35) warga Sulursari yang menerima bantuan tangan palsu mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantunya .Pria yang sehari-hari bekerja di bengkel ini mengaku cukup bahagia dengan bantuan tangan palsu yang diterimanya.

Hal yang sama diungkapkan Suparman(47),warga Desa Bandungharjo,Kecamatan Toroh ini mengaku bahagia dengan bantuan yang diterimanya.Dia bersyukur bisa memperoleh kaki palsu sehingga bisa bergerak lebih maksimal.Pria yang kesehariannya meminta-minta ini mengaku tiap harinya harus berjalan dengan penyangga.

Kusnanto,selaku ketua PRG mengatakan,dengan  pemberian bantuan kaki dan tangan palsu bertujuan meningkatkan kepedulian dan keberpihakan untuk meningkatkan kemandirian dan mobilitas penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.Di samping itu, untuk meningkatkan akses mobilitas penyandang disabilitas terhadap pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sebagai hak dasar manusia pada umumnya.

Kusnanto berharap ,kedepannya penyandang disabilitas lebih diperhatikan tentang pendidikan dan menampilkannya.Karena dengan keterbatasannya,penyandang disabilitas belum memiliki ketrampilan yang bisa membantu kehidupannya,jelasnya.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel