Tiga Calon Direktur PDAM Grobogan Lolos Tes Asesmen


PURWODADI - Tiga pelamar dari tujuh pelamar calon direktur PDAM Grobogan telah  dinyatakan lolos tes asesmen oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.Tiga pelamar yang dinyatakan lolos tes asesmen  yakni Bambang Pulunggono, Tri Achmadi, dan M Sholeh.

Dari ketiga nama tersebut, dua di antaranya  asli Grobogan. Yakni, Bambang Pulunggono dan Tri Ahmadi.Sedangkan M  Sholeh diketahui beralamat di Jakarta.Sebelumnya, M.Sholeh pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Sragen.Sedangkan Bambang Pulunggono sempat menjabat sebagai Direktur Purwa Aksara selama 14 tahun. Saat ini, Bambang masih aktif di BUMD milik Pemkab Grobogan tersebut. Namun, posisinya hanya menjabat sebagai Plt Direktur Purwa Aksara, tidak lagi jadi direktur definitif seperti sebelumnya.Sedangkan Tri Achmadi yang merupakan warga Sayung, Demak  berprofesi sebagai dosen.

Kemarin,Jumat (14/10/2016) sekitar pukul 15.00 WIB ,nama calon direktur PDAM Grobogan yang lolos tes asesmen telah diumumkan. Kelulusan tersebut  berdasarkan surat dari Kepala Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi UGM No 12/LPKM-F.PSI.UGM/X/2016.

Menurut Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki, selain  dipasang di papan pengumuman di kantor setda, nama calon Direktur PDAM yang lolos tes  juga diunggah dalam website resmi Pemkab Grobogan. "Agar  cepat diketahui masyarakat,maka pengumuman ini segera kami publikasikan,” kata Dasuki.

Menurutnya,untuk menjamin rekrutmen dilakukan secara profesional dan tanpa rekayasa,maka dalam proses rekrutmen direktur PDAM, pihaknya sengaja melibatkan pihak ketiga,yaitu  dari kalangan perguruan tinggi UGM.Dasuki menyatakan, dalam tahapan tes asesmen yang dilangsungkann di Kampus UGM 4-5 Oktober 2016 lalu, hanya dihadiri oleh tujuh pelamar yang sebelumnya sudah lolos administrasi. Yakni, Gani Eko Harsono, Tri Achmadi, M Sholeh, M Andi Kurniawan, Bambang Pulunggono, Nur Cholis dan Gus Wakhid Hidayat. Sementara satu pelamar lainnya, yakni Agus Widodo tidak hadir dalam tes asesmen tersebut, sehingga langsung dinyatakan gugur.

"Bisa dibuktikan dalam proses rekrutmen tahap I lalu ada enam orang pelamar mengikuti tes asesmen . Namun, dalam seleksi tahap I lalu, enam pelamar tersebut tidak ada satupun dari pelamar dinyatakan lolos. Ini membuktikan kalau proses uji kompetensi tidak ada rekayasa dalam pelaksanaannya,” imbuhnya.(IRE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel