Wisata Api Abadi Mrapen Bersolek



GROBOGAN - Api abadi Mrapen saat ini masih dalam tahap pembangunan.Api abadi Mrapen adalah sebuah kompleks yang terletak di desa Manggarmas,kecamatan Godong,Kabupaten Grobogan,Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari Kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnyagas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang  tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.


Banyak  peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga Internasional Ganefo I tanggal 1 November1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional(PON) mulai PON X tahun1981, POR PWI tahun1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.

Selain api abadi, di komplek tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka yang mengangkat tersebut akan mendapatkan keinginannya.


Setelah dikabarkan terancam gagal pada pertengahan tahun 2014 lalu, akhirnya kini objek wisata  Api Abadi Mrapen sedang dipermak oleh Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinpora Jawa Tengah. Setelah  dibangunnya stadion dan museum olahraga,awal bulan ini pembangunannya dilanjutkan dengan penambahan sarana dan prasarana.



"Sudah dua minggu ini proyek berjalan,menurut klausul kontrak akan berakhir tanggal 25 Desember 2016.Namun,kita akan berupaya semaksimal mungkin,tanggal 15 Desember akan selesai," jelas Bino Sarsito,Manager PT LUIS BAJA KONTRUKSI selaku pelaksana proyek.


Sebelumnya, status lokasi Api Abadi Mrapen merupakan hak milik warga. Kemudian oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dinpora) Jateng, dilakukan pembelian tanah yang akan dijadikan sebagai aset nasional. Pembelian tanah yang terdapat situs Api Abadi Mrapen tersebut, sudah dilakukan oleh Dinpora Jateng pada tahun 2012 lalu.Pembangunan sarana dan prasarana yang sedang berlangsung, dibangun di area seluas 6.600 meter persegi. Dalam pembangunanya mendapatkan bantuan dana dari Kemenpora sebesar Rp. 3,239  miliar yang diambilkan dari anggaran APBD Tahun 2016.


"Pembangunan sarana dan prasarananya meliputi pagar keliling ,pendopo ,mushola,loket,pintu gerbang,fasilitas air bersih,kamar mandi,toilet serta penambahan daya listik," jelas Bino saat dihubungi dikantornya,Rabu(19/10).


Dibelinya tanah dan situs Api Abadi Mrapen, dan sekarang tengah dibangun museum dan stadion olahraga, dimaksudkan untuk memberdayagunakan wisata situs Api Abadi Mrapen yang selalu diambil apinya untuk event-event nasional hingga internasional bahkan event keagamaan.Dalam jangka waktu dua atau tiga  bulan ke depan, objek wisata Api Abadi Mrapen akan tampil lebih menarik. Karena selain telah berdiri museum dan stadion olahraga, 3 objek yang ada di dalamnya, yakni Api Abadi sendiri, situs Batu Bobot, dan Sendang Dudo, juga tak luput dari riasan.


Rusminah(50) ,salah seorang pedagang yang sudah berjualan selama 17 tahun di komplek api abadi Mrapen berharap pembangunan di wisata tersebut segera selesai.Dia mengaku saat ini dagangannya sepi karena minimnya jumlah pengunjung."Paling-paling yang beli cuma orang proyek saja," jelasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel