Delapan Jam,Pelaku Pembunuhan Guru SD Berhasil Diringkus


GROBOGAN –Dalam jangka waktu kurang dari 24 jam,pelaku pembunuhan seorang guru Sekolah Dasar di Desa Mayahan,Kecamatan Tawangharjo,Grobogan berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Grobogan,Senin(28/11).

Pelaku yang merupakan suami korban berhasil ditangkap di area persawahan  yang berjarak 100 meter dari belakang rumahnya. Menurut Kasat reskrim Polres Grobogan AKP Eko Edi Purnomo,saat menjelang subuh, pelaku berniat pulang ke rumah untuk mengemasi barang agar bisa melarikan diri. Pihak kepolisian yang telah melakukan pendekatan dengan pihak keluarga, agar memberikan informasi tentang pelaku.”Pelaku berhasil kita ringkus pukul 05.00 WIB  tanpa adanya perlawanan,”terangnya.

Pelaku diduga kalap dengan istrinya,pelaku yang berprofesi sebagai kernet bus tega menghabisi nyawa istrinya sendiri,Minggu(27/11).Istri bernama Endang Listyowati(40) berprofesi sebagai seorang guru di SD Negeri Putatsari.Dari tubuh istri,ditemukan luka menganga diperutnya dengan usus terburai.

Korban dibantai suaminya sendiri, bernama Tugiyono sekitar pukul 18.30 WIB.Menurut keterangan tetangga korban,Sumarmo,sekitar pukul 18.00 terdengar suara cek-cok di rumah tersangka. “ Memang akhir-akhir ini sering kali terdengar cek-cok antara keduanya,” terangnya.

Pemicu pertengkaran pasangan suami istri yang dikaruniai dua orang anak ini diduga adanya perselingkuhan yang dilakukan korban.

“Dua tahun terakhir semenjak Bu Endang diangkat menjadi PNS ada aroma kurang harmonis antara keduanya.Diduga Bu Endang berselingkuh,Jadi kemungkinan suaminya jadi kalap,” jelas Sumarmo.

Korban pertama kali ditemukan oleh Sumarmo.Sumarmo yang merupakan kerabat korban mendobrak pintu, menemukan korban telah bersimbah darah tak bernyawa.Putri bungsu korban yang berusia tiga tahun berada disamping jenasah ibunya sambil menangis.

“Saat saya masuk,suami korban lari ke belakang sambil membawa celurit.Anaknya yang kecil menangis di samping ibunya.Korban selama 10 hari ikut pelatihan guru ,yaitu tanggal 9-19 November di Solo,” terang Sumarmo.

KAPOLRES Grobogan,AKBP Agusman Gurning menjelaskan, Pembunuhun tersebut berawal dari tidak pulangnya korban selama 2 hari.Korban yang pulang menjelang maghrib saat ditanya pelaku malah berbicara kasar dan menjelekkan orang tua tersangka.”Korban cekcok dengan suaminya saat adzan magrib, Saat itu korban baru saja pulang. Tersangka emosi kemudian melakukan kekerasan fisik dengan memukul korban dengan kursi dan membacok bagian perutn korban sebanyak 3 kali menggunakan bendo di bagian perut” jelasnya.

Agusman menambahkan,saat kejadian, rumah dalam kondisi terkunci rapat. Warga yang mendengar jeritan dan tangisan kemudian datang. “Warga kemudian mendobrak  pintu.Namun pelaku kabur lewat pintu belakang. Kami akan segera memburunya,” tuturnyanya.

Korban yang mengalami pendarahan luarbiasa langsung dilarikan ke rumah sakit Yakkum.”Korban kehabisan darah,ada bekas luka sabetan senjata tajam di perutnya.Usus korban terburai keluar,” pungkasnya.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dalam keterangannya menjelaskan,Pelaku diancam dengan pasal 44 ayat(1),(3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga. “Pelaku diancam dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun,” terangnya.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel