Proyek Tak Selesai Diancam Putus Kontrak


GROBOGAN- Pemerintah daerah kabupaten Grobogan  akan bertindak tegas terhadap pemegang proyek yang belum menyelesaikan proyek setelah batas akhir kontrak kerja. Rekanan tersebut akan  terancam diputus kontrak.


Bupati Grobogan Sri Sumarni, Jumat (15/12) menjelaskan, ancaman diberikan kepada kontraktor yang memiliki kewajiban menyelesaikan pekerjaan terutama bidang kontruksi.
"Tidak selesai harus putus kontrak. Tahapannya jelas, jika memang tidak selesai akan diputus kontrak. Jika pekerjaan tidak selesai ada sanksinya," ungkapnya.


Jika pekerjaan tidak selesai dalam batas waktu yang ditentukan, maka proyek akan  terbengkelai,sehingga akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Gangguan dirasakan terutama pada pekerjaan pusat kesehatan masyarakat (Pukesmas). "Puskesmas yang belum jadi pelayanan dialihkan. Saat ini pelayanannya dialihkan ke  kantor kecamatan dan balai desa. Yang merupakan aset Pemda," tambahnya.


Saat ditanya lebih lanjut terkait terganggunya pelayanan, Sri Sumarni menambahkan bagaimana jika belum selesai pemerintah ambil tindakan. "Tidak kerjakan lagi di backlist. Jika tidak selesai, maka pekerjaan tidak boleh dilanjutkan," tambahnya.


Di tahun 2016, Kabupaten Grobogan melakukan renovasi 19 bangunan Pukesmas. Dimana, pekerjaan renovasi diantaranya membuat puskesmas yang sebelumnya tidak memiliki ruang rawa inap diubah menjadi lantai dua lengkap dengan rawat inap.
"Ada 19 Puskesmas yang dibangun, sedangkan yang ditambah jadi rawat inap ada 16," ungkap Kepala dinas Kesehatan Djohari Angkasa.


Sementara itu, terkait belum selesaikannya pekerjaan revitalisasi alun-alun. Bupati, mengungkapkan permasalahan cuaca menjadi kendala pekerjaan yang dilaksanakan ditempat terbuka tersebut. "Saya sadari alun-alun yang jadi kendala iklim yang tidak mendukung. Tapi jika dikerjakan siang malam akan sesuai target kan tinggal 10%," ungkapnya.


Sri Sumarni menambahkan, alun-alun belum bisa digunakan pada malam pergantian tahun. “Sekarang saja belum selesai. Apalagi mau dipakai untuk tahun baru, jelas gak mungkin. Malah akan rusak nantinya,” pungkasnya.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel