Omsetnya Semanis Belimbingnya



GROBOGAN – Ditanam sejak tahun 2009, kini  Winarto( 43) telah menikmatinya manisnya buah belimbing yang ia tanam.  Agro wisata belimbing di Desa Wisata Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan yang ia rintis  kini menjadi salah satu  tujuan wisata di Kabupaten Grobogan.

Sempat memperoleh cibiran dan cemooah dari orang sekitarnya ketika pria yang hanya lulusan madrasah ibtidaiyah (MI) ini membabat habis kebun jati miliknya yang sudah mulai tumbuh besar dan diganti dengan buah belimbing.“ Sekitar empat tahun  saya tanam , tanaman belimbing ini baru mulai panen. Alhamdulillah  sampai sekarang terus berkembang,” kata Winarto.

Luas kebun belimbing  yang ia miliki sekarang  hampir 3 hektare. Awalnya, dia hanya menanam  seperempat ha diareal itu ditanami pohon jati. Namun, karena dinilai tidak ekonomis, puluhan pohon jati itu akhirnya ditebangi dan digantikan tanaman belimbing. Ada beberapa hal yang melatar belakangi Winarto membuat  agro wisata di Desa Tarub. Antara lain, dia terinspirasi dari banyaknya agrowisata buah di tempat kelahirannya, Bojonegoro, Jawa Timur yang berhasil. “Disini ada  makam Ki Ageng tarub yang banyak dikunjungi para peziarah, paling tidak peziarah akan mampir kesini untuk sekedar mampir,” tuturnya.

Tindakan Winarto menebangi pohon  jati dan menggantinya dengan pohon belimbing membuat warga sekitar menganggapnya gila. “Memang, dulu saya sempat dikira orang gila karena menebangi jati dan dicemooh ketika menanam belimbing. Saat itu, ada 400 an pohon belimbing dan 200an  jambu krisan yang saya tanam dikebun. Ada tiga jenis belimbing yang saya tanam, yakni madu, bangkok merah, dan dewa,” ujarnya.
Sekarang, setelah tahu hasilnya, banyak orang yang mendukung dan mengikuti langkahnya. “Alhamdulillah saya bisa mempekerjakan 7 karyawan di kebun belimbing saya. Sebulan saya bisa memperoleh omset bersih sekitar  dua puluh juta rupiah,” jelas Winarto.

Untuk memanjakan para pengunjung, saat ini Winarto juga menyediakan wifi gratis. Tak tanggung-tanggung, setiap hari lebih dari 100 pengunjung datang ke kebun belimbing miliknya. “Pengunjung bisa memetik buang langsung dari pohonnya. Kalau ingin bibitnya, kita juga menyediakan,” jelas Winarto. (IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel