Debit Sendang Coyo Makin Mengecil



GROBOGAN – Sendang Coyo yang berada di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga yang dipercaya bisa membuat awet muda bagi pengunjung yang mau kungkum(mandi) pada hari-hari yang dikeramatkan.

Dua waktu yang dikeramatkan warga setempat yakni, tiap malam satu Suro (Muharam) dan malam Jumat Legi di bulan yang sama. Jika pada bulan Muharam itu tidak terdapat hari Jumat Legi, maka acara mandi atau kungkum sendang diganti pada hari Selasa Legi.
Prosesi kungkum yang diadakan setahun sekali ini banyak menyedot pengunjung, baik dari lokal maupun luar Grobogan. Biasanya pengunjung ingin mendapatkan berkah melalui prosesi kungkum tersebut. “Tiga tahun yang lalu prosesi kungkum masih sangat ramai. Namun seiring berjalannya waktu, prosesi ini makin sepi,” tutur Purwanto, warga Purwodadi yang selalu datang saat acara prosesi.
Sendang Coyo yang berada di lahan milik Perhutan KPH Gundih ini juga dimanfaatkan untuk lokasi perkemahan. Selain rindang, adanya sumber air yang melimpah membuat panitia menomor satukan tempat ini sebagai salah satu tujuan kemah.
Sebagai salah satu tujuan wisata, saat ini sendang coyo mulai sepi pengunjung. Minimnya fasilitas, surutnya debit air dan akses jalan yang buruk membuat pengunjung mulai enggan datang. Meski airnya masih terlihat cukup banyak, namun dari keterangan warga dan pengunjung, debit air di Sendang Coyo saat ini dinilai sudah turun dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurunnya, debit air sendang ini disebut-sebut disebabkan beberapa hal.
Antara lain, sumber mata air Sendang Coyo ternyata juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar melalui pipa PDAM. “Sumber mata air Sendang Coyo ini memang digunakan oleh banyak orang untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, airnya juga dialirkan pula untuk irigasi pertanian di desa sini,” terang Prihatin.
Menurutnya, beberapa waktu lalu, sumber air di sendang ini memang cukup tinggi. Di mana, ketinggian air bisa sampai batas atas pondasi sekeliling sendang. Saat ini, ketinggian airnya hanya tinggal separuhnya saja.
Banyaknya pengguna air serta rusaknya kawasan hutan di sekitar sendang menjadi  faktor menurunnya debit air sendang. “Apapun sebabnya, upaya pelestarian mata air Sendang Coyo harus segera kita lakukan bersama. Sebab, keberadaan mata air ini dibutuhkan banyak orang,” paparnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel