SMP Dr. Soetomo Karangrayung Tampilkan 200 Penari Meriahkan HUT Kemerdekaan


KARANGRAYUNG- Ada cara berbeda dilakukan siswi  SMP Dr. Soetomo dalam memeriahkan HUT kemerdekan RI ke-72. Sebanyak 200 siswi mengenakan pakaian khas penari angguk , yakni berkostum menyerupai serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampur, topi pet, kipas serta mengenakan kaca mata hitam memenuhi lapangan Kecamatan Karangrayung. Mereka menampilkan tari angguk yang sudah hampir punah sebelum upacara pengibaran bendera dimulai, Kamis(17/8).

Meski baru dua minggu berlatih, para pelajar ini tidak canggung dan terlihat kompak dalam membawakan tari angguk. Talicha Rahma, siswi kelas 8 ini mengaku sedikit kesulitan dalam latihan, namun saat pertunjukan ia mampu membawakan semua gerakan tarian dengan lancar. “Tadi sempat grogi juga, tapi alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.


Jenni, siswi kelas 9 yang ikut menari mengaku sangat senang bisa ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, ia mengaku bangga bisa ikut melestarikan salah satu budaya bangsa. “Kita sebagai generasi muda berkewajiban untuk mengisi kemerdekaan. Salah satunya yakni dengan melestarikan budaya leluhur kita ini,” katanya.
\
Sementara ide untuk melakukan tari  ini muncul dari  guru tari, yakni Dra. Tatin Vivencia. Ia mengaku sangat prihatin dengan pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Grobogan. Ia khawatir, tari angguk akan punah seiring masuknya budaya pop modern. “Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi. Kita ajak generasi muda kita untuk mencintai budaya leluhur mereka,” terangnya kepada Grobogan Today.

Ia menambahkan, sekolahnya setiap tahun selalu menampilkan tari sebelum pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan. “Tahun kemarin kita membawakan tari kolosal wira pertiwi. Penampilan kita selalu ditunggu-tunggu penonton,” imbuhnya.

Meski mengaku lelah,namun para siswa mengaku puas dan senang bisa menari kolosal hingga bisa menarik perhatian para penonton.Selain untuk memperingati Hari kemerdekaan, tujuan tari ini adalah untuk melestarikan budaya leluhur yang semakin punah. Para guru dan murid berharap agar kesenian daerah di Grobogan terus ditampilkan dan diperkenalkan hingga mancanegara.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel