27 Kilometer Jalan Propinsi di Grobogan Masih Beraspal


ASPAL : Akses jalan yang menghubungkan Purwodadi-Pati yang masih berupa aspal menjadi perhatian Bina Marga Jateng karena rentan berlubang.

GROBOGAN- Dari 190 kilometer jalan propinsi yang melintasi Kabupaten Grobogan, sepanjang 27 kilometer masih beraspal. Untuk mengurangi resiko kecelakakan bagi pengendara, Dinas Binamarga Provinsi Jateng lakukan penambalan lubang di sejumlah akses jalan yang berlubang dan bergelombang. Perbaikan, dilakukan di jalan yang permukaannya hingga saat ini masih menggunakan perkerasan aspal.“Lubang yang dirasa membuat kendaraan tidak nyaman ditambah. Juga gelombang yang ada. Ini bagian dari perawatan rutin,” ungkap Purwadi, Kasi Jalan BPPT Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi, saat dihubungi, Jumat(6/10).

Purwadi menambahkan, perawatan dilakukan dititik lubang disepanjang 27,3 kilometer jalan aspal yang ada di Grobogan.  “Total panjang jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi ada 190 kilometer di menghubungkan Kabupaten Grobogan dengan Solo, Sragen, Boyolali, Kudus, Pati dan Blora. 27,3 kilometer masih aspal. Ini yang saat ini kita lakukan penambalan,” tambahnya.

Perawatan, dilakukan karena setelah terakhir dilakukan perawatan jelang lebaran lalu sejumlah jalan mulai menunjukan adanya lubang dan gelombang. “Saat ini intensitas hujan belum terlalu tinggi, jadi kota lakukan perawatan sejak dini,” tambahnya.

Panjang jalan dengan permukaan aspal, di Kabupaten Grobogan ditempati akses jalan Kuwu-Galeh yang mencapai 7,6 kilometer. Sedang, posisi kedua ditempati Grobogan-Sukolilo yakni sekitar 9,2 kilometer yang membentang dari Km 106,500 hingga Km 115,700. “Tahun 2018 nanti, Jalan Purwodadi-Pati akan mendapatkan jatah revitalisasi sepanjang 1 kilometer,” tandasnya.


Beni, warga Grobogan mengaku perawatan jalan dengan menambal jalan, menunjukan cepatnya respon dari pemerintah terkait akses jalan.“Jadi tidak perlu nunggu warga protes lewat media sosial atau panggil wartawan. Respon ini menunjukan respon cepat. Apalagi pekerjaannya dilakukan pada jam senggang. Jadi tidak ada macet. Kemarin pas ada penambalan di Godong, dikerjakan jelang siang hari jadi antrian hanya dua sampai tiga mobil,” akunya.

Tidak saja penambalan jalan berlubang dan pengaspalan, pria yang sering melintas akses Purwodadi-Pati juga berharap jalan menuju perbatasan Pati dilakukan pelebaran. “Jika dilebarkan entah memangkas tebing atau membuat beton jalan bisa lebih nyaman karena berliku ,sempit beresiko tinggi kecelakakan,” harapnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel