Nyaris Roboh, Sekolah di Grobogan Ini Hanya Miliki 60 Siswa




PULOKULON, Grobogantoday.com - Dibawah ketakutan, itulah yang dialami puluhan siswa Sekolah Dasar(SD) Negeri Randurejo 4 Kecamatan Pulokulon saat mengikuti pelajaran di kelasnya.Rusaknya sekolah, mengakibatkan sekolah yang dibangun tahun 1976 ini mulai ditinggalkan siswanya. Saat ini, sekolah yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen ini hanya memiliki 60 siswa.

Pujiyani, guru kelas 2 saat ditemui Grobogantoday.com menjelaskan, saat ini ada 4 ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah.  Tidak saja siswa, namun  guru juga setiap saat harus berdebar-debar ketika mengajar lantaran atap sekolah banyak yang jebol. Salah satu ruangan, yakni kelas 4, harus diberi tiang penyangga agar atap tidak roboh. Saat musim penghujan, siswa harus berpindah tempat mencari lokasi yang tidak bocor. Hal ini diperparah dengan masuknya air ke ruang kelas karena air dari bukit di belakang sekolah langsung mengalir ke ruang kelas. 

Kendati ruang sekolah sudah rusak parah, namun, sekolah tetap memanfaatkan ruang kelas untuk proses pembelajaran. “Ruang kelasnya sudah rusak lama. Jane  ya takut, tapi kan harus sekolah,” aku Pujiyani. 

Pujiyani menambahkan, untuk memperbaiki kerusakan sekolah, orang tua secara sukarela membantu sekolah. Bahkan untuk mengecat sekolah, guru harus patungan membeli cat. Menurutnya, sejak pertama kali dibangun, baru dua ruang kelas yang direnovasi. Sedangkan 4 ruang kelas yang lain belum pernah direnovasi. "Dengan siswa yang hanya 60, dana BOS untuk membayar guru honorer yang berjumlah 6 saja kurang," katanya. 

Berdasarkan pantauan Grobogantoday.com, kondisi gedung sekolah bisa sewaktu-waktu roboh karena bangunan sudah tua dan keropos di hampir 90 persen bagian bangunan. Mulai dari tiang penyangga yang lapuk dan keropos, dinding berlubang dimana-mana, plafon yang sudah tidak ada , lantai yang sudah mengelupas dan genting yang sudah tidak genap lagi.


Upaya pihak sekolah agar  ruang kelas bisa dipergunakan sudah dilakukan. Mulai dari memberi tiang penyangga tambahan, menutup lubang dengan kayu seadanya hingga menyulam genting yang berjatuhan.


  •  Suwarti, Kepala Sekolah SD Negeri Randurejo 5 saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa tahun ini pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan telah menganggarkan untuk pembangunan.  "Beberapa waktu yang lalu pihak dinas sudah kesini, meninjau kondisi gedung sekolah. Dari informasi yang saya terima, tahun 2018 ini akan dibangun, ” jelas Suwarti , Kepsek SD Negeri Randurejo 4. (RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel