Pemerintah Harusnya Batasi Link Situs Porno

Tidak saja gencar mensosialisasikan gerakan emoh rabi enom namun, pemerintah seharusnya juga meminimalisasi peredaran dan akses situs porno yang saat ini liar menyapa kalangan remaja melalui media sosial (Medsos).

Siti srimulyani, sisw kelas 12 SMA N Godong, di Klambu Kabupaten Grobogan mengeluhkan, saat ini pemerintah melalui BKKBN gencar mensosialisasikan terkait gerakan untuk merencanakan pernikahan dengan tidak melakukan hubungan diluar batas salahsatunya dengan melakukan hubungan sek pra nikah.
“Sosialisasi dilakukan. Tapi, pelajarkan banyak yang manfaatkan media sosial untuk komunikasi. Jika gambar dan situs porno tidak direm tentu mau tidak mau teman-teman sengaja atau tidak sengaja membuka link itu,” ungkapnya, disela mengikuti kegiatan sosialisasi emoh rabi enom yang dihadiri anggota DPR RI dari dapil Jateng 3 Sri Wulan, Sabtu (17/9).
Harapan serupa diungkapkan, Larassati siswa kelas 12. Melihat sosialisasi yang dilakukan kantor BKKBN dan DPR RI, tentunya pesan moral yang dilihat yaitu jangan pacara diluar batas, jika bergaul harus milih dan yang tidak benarharus dijauhi. “Tentang nikah muda, tentu tidak lakukan sek sebelum menikah,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretariat BKKBN Provinsi Jateng, Nurrudin Pribadi Msi mengungkapkan, permasalahan pernikahan tidak hanya sebatas usia yang belum cukup. Namun, dari data di BKKBN, dari 1.000 kelahiran ada sekitar 23 itu kelahiran dilakukan oleh wanita yang masih berada di bawah umur. (grobtoday/re)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel