Koplak Dokar Tetap Dibongkar Sampai Akhir Tahun


PURWODADI - Sejumlah warga di lingkungan Koplak Dokar, mengaku terkejut usai mendapatkan surat peringatan (SP) pertama dari PT KAI. Sebelumnya mereka tidak mendapatkan sosialisasi mengenai penggunaan tanah di lahan PT KAI tersebut. Setelah mendatangi kantor PT KAI Daop IV untuk meminta kejelasan,Kemarin malam,Rabu(19/10),perwakilan warga koplak dokar menyampaikan keinginan untuk perpanjangan sewa kepada Pemkab Grobogan."Sebelumnya kami sudah mendatangi PT KAI Daop IV ,mereka menyarankan untuk berkoordinasi dengan Pemkab Grobogan.Maka saat ini kami meminta audiensi dengan Pemkab," jelas Slamet,salah satu perwakilan warga koplak dokar yang hadir dalam audiensi.



Audiensi yang dilaksanakan di ruang Kasospol PP di gedung Setda Kabupaten Grobogan dihadiri oleh Ka Disperindagtambem,Kabag hukum setda Kabupaten Grobogan, dan 10 perwakilan dari warga koplak dokar.



Warga berharap agar PT KAI dan Pemkab Grobogan agar  memberikan perpanjangan kontrak, seperti kesepakatan hak sewa pada masa lalu. Sebelum adanya SP 1 itu, mereka mempunyai hak sewa dan selalu membayar setiap tahun. Tetapi pada 2002, pembayaran sewa tiba-tiba berhenti. ”Saya tidak tahu. Waktu itu tiba-tiba tidak pernah ada penarikan lagi. Padahal, sebelumnya kami selalu tertib membayar pertahunnya,” imbuhnya.


Permohonan tersebut langsung ditanggapi Kasat Pol PP Hadi Wiyoko yang intinya jelas dan tegas bahwa koplak dokar akan segera di bersihkan/eksekusi dengan batas waktu sampai dengan akhir tahun ini, untuk itu mengharapkan warga koplak untuk segera berkemas-kemas meninggalkan area koplak dokar dan sebentar lagi akan terbit Surat Penringatan II.


Kendati demikian, apapun aturan yang diberikan PT KAI dan Pemkab Grobogan, dia mengatakan warga Koplak Dokar menerima. Walau begitu mereka juga meminta waktu untuk bersiap-siap pindah. Sebab, dengan waktu yang singkat, dirasanya tidak mungkin. Mereka meminta waktu lebih dengan alasan ingin mencari tempat lain untuk tinggal. Tak hanya itu, mereka juga membutuhkan biaya pindah dan sebagai modal di tempat baru nanti. ”Kalau memang diminta pergi, kami butuh waktu lebih. Minimal dua atau tiga bulan cukup. Kalau hanya lima atau enam hari, kamikeberatan,” terangnya Slamet.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel