Lukis Henna Semakin Diminati


Menghiasi tangan dengan henna sekarang ini memang mulai banyak diminati para kaum hawa, muali dari anak-anak, remaja, bahkan ibu-ibu. Melukis tangan awalnya adalah tradisi yang dilakukan perempuan Arab dan India saat menikah. Namun, akhirnya berkembang ke semua kalangan di beberapa negara, bahkan di Indonesia.

Di Grobogan sendiri, salah satu pelukis henna ,  Titis Trisiswanto mengatakan, melukis tangan dengan henna sekarang ini bukan hal yang asing lagi, sebab sudah banyak masyarakat perempuan yang meminta untuk mengiasi tangannya.Ada beberapa jenis henna yang bisa dipakai, tergantung situasi dan kondisi yang akan digunakan. "Untuk acara pernikahan, wisuda, lebaran atau event khusus, dan fun," ujar guru di salah satu SMP Negeri di Grobogan ini.

Gaya henna pun diadopsi dari beragam daerah. Misalnya,jenis motif ala India, Arab, dan Teluk. Motif India mempunyai ciri khas cenderung lebih padat dan full batik. Untuk motif Arab tidak begitu padat, namun tetap berestetika. Sedangkan  motif Teluk Timur Tengah lebih kental dengan simbol bunga-bunga."Mereka bisa memilih sesuai selera masing-masing," ujarnya.

Henna  ini sendiri halal untuk dipakai, sebab bahan yang dipakai sama dengan kutek kuku yang berasal dari tanaman. "Jadi kalau dipakai salat masih dianggap sah," imbuh guru pengajar seni budaya ini.

Untuk bisa mendapatkan lukisan tangan yang indah, tidak perlu merogeh kocek banyak. Tarif jasa mulai dari Rp2.000 sampai sampai Rp20.000 untuk satu lengan. Sedangkan untuk dua lengan dari harga Rp10.000 hingga Rp40.000. Untuk yang paling mahan henna untuk acara pernikahan dipatok dari harga Rp80.000 - Rp200.000."Kalau untuk pernikahan tingkat kesulitannya luar biasa, jadi harganya juga sedikit mahal,biasanya dua lengan dan dua kaki," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan henna, Undy Angelic(20)mengaku memang sering melukis tangannya dengan henna, selain dianggap bisa memperindah tangan dan kaki, lukisan henna juga bisa diganti dengan model yang disukai, jadi tidak bosan melihat goresan di tangan. "Jika sudah terbiasa ditangan ada lukisan, kalau tidak ada jadi ada yang beda," jelas Undy.

Selain menerima panggilan,setiap hari Minggu,Titis juga membuka lapak di car free day Purwodadi."Di car free day,rata-rata bisa memperoleh omset Rp 350.000," jelasnya.Pelukis henna yang telah dua tahun menggeluti profesinya ini mengaku,selain melayani di rumah,juga menerima panggilan.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel