SP II Diberikan,Pembongkaran Koplak Dokar Segera Terealisasi



GROBOGAN - Tepat satu bulan setelah pemberian SP 1 kepada penghuni koplak dokar,Purwodadi,Jumat(4/11) Petugas dari PT KAI daops IV Semarang dengan kawalan puluhan petugas gabungan dari Polres Grobogan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)serta Kodim 0717/Purwodadi  menyerahkan Surat Peringatan (SP) II  bagi para penghuni koplak dokar.


Area Koplak Dokar merupakan lahan milik PT KAI Daops IV . Dimana sejak tahun 2002 tanah tersebut disewa pemerintah kabupaten (pemkab) Grobogan Jawa Tengah  dan sudah berakhir pada akhir tahun tersebut. Namun telah lama habis sewa, malah digunakan sebagai tempat lokalisasi di Tengah Kota hingga saat ini tanpa memberikan uang sewa .Untuk menertibkan aset PT KAI, PT KAI Daops IV   memberikan Surat Peringatan (SP) II ke seluruh warga yang berada di Koplak Dokar untuk segera mengosongkan area tersebut.


Eman Sulaeman,Senior Manager Penjagaan Aset DAOP 4  Semarang dalam keterangannya mengatakan,  bahwa lahan tersebut sudah lama habis sewa, namun malah dimanfaatkan warga sebagai tempat prostitusi. Untuk penyelamatan aset, petugas Daops IV Semarang mengambil langkah tegas dengan memberikan SP II  kepada 46 warga yang menempat 54 kios di Koplak Dokar tersebut."Hari ini kita kasih SP II,Kami bagikan kepada 46 warga yang menghuni koplak. Sekaligus memberikan peringatan untuk segera pindah. Jika dalam waktu seminggu belum mengosongkan area, . Kami akan datang kembali dan memberikan SP III,” jelasnya.


Jika nanti SP II tidak digubris, maka akan diberi SP III dan kemudian akan melakukan ekskusi pengosongan tempat.  ” Dalam SP II ini,tercantum agar penghuni kios segera melakukan pembongkaran paling lambat 11 November.Jika dalam batas waktu yang kami berikan tidak  juga diindahkan maka akan kami gusur,  kami berharap lahan milik PT KAI ini bersih dari prostitusi. Terlebih lokasi yang berada di pusat kota. Serta pembongkaran ini bertujuan untuk penataan kota. Sebab, selama ini kawasan tersebut dikenal sebagai kawasan kumuh dan tempat prostitusi di tengah kota,” jelasnya.


Sri Ningsih(42),salah seorang penghuni koplak dokar mengaku hanya bisa pasrah dengan keputusan PT KAI.Dia berharap,penghuni diberikan kelonggaran untuk membongkar kios mereka."Setidaknya kami minta  diberi ganti rugi ,minimal direlokasi," harapnya.Sri Ningsih mengaku,sudah lebih dari 5 tahun mengais rejeki di koplak dokar.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel