Waduk Nglangon,Danau Toba di Grobogan



KRADENAN - Bagi warga Grobogan, objek wisata Waduk Kedung Ombo memang sudah banyak dikenal. Tempat ini,menjadi salah satu ikon wisata kabupaten terluas kedua se-Jawa Tengah itu.Namun, tahukah anda jika di Kabupaten Grobogan juga terdapat waduk lain yang dikenal sebagai "Danau Toba" dari Grobogan? Waduk tersebut berada di Kecamatan Kradenan. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Waduk Nglangon, Kradenan.Waduk Nglangon yang terletak di sebelah selatan stasiun Kradenan ini kini makin indah saja. Waduk ini berjarak 32 Kilometer arah timur kota Purwodadi.

Waduk Nglangon ini merupakan waduk peninggalan kolonial Belanda, yang dikelilingi perbukitan hijau dan di tengah ada “pulau kecil” mirip danau toba  makin tampak indah. Tak heran jika setiap harinya makin banyak saja pengunjung yang berwisata di waduk ini. Pengunjung yang datang ke sini mulai dari pasangan muda-mudi yang ingin menikmati suasana romantis sampai anak-anak sekolah maupun keluarga yang ingin menikmati suasana asri waduk Nglangon.

Masyarakat sekitar juga turut terlibat dalam mempercantik lokasi wisata ini. Sadar akan potensi alam yang indah, warga Dusun Nglangon Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan kabupaten Grobogan yang secara swadaya membangun desanya menjadi sebuah desa tujuan wisata. Semakin banyak pengunjung yang datang ke Nglangon akan semakin besar potensi ekonomi yang bisa dinikmati oleh warga setempat.

Menurut salah seorang pegiat wisata di lokasi wisata waduk Nglangon ini, Haji Ali Ansori, masyarakat sekitar waduk Nglangon cukup tinggi kesadarannya tentang pentingnya mengembangkan potensi wisata yang ada. Mereka secara swadaya membenahi lokasi waduk untuk menambah kenyamanan pengunjung dengan menjaga kebersihan, memasang tulisan nama waduk, menyediakan parkir dan sebagainya.

  “Warga di sini sadar akan potensi desa yang indah, makanya akan kita kembangkan menjadi desa wisata” kata Haji Ali Ansori, yang mendampingi warga setempat mengembangkan desa wisata Nglangon ini.Saat ini Haji Ali Ansori menyediakan 6 bebek kayuh untuk menarik minat para pengunjung di Waduk Nglangon. “Untuk pengelolaan kami serahkan kepada karang taruna mas” jelasnya.

Untuk parkir kendaraan, dibuat tempat khusus yang aman sehingga pengunjung dapat bersantai menikmati waduk dengan tenang. Pengelolaan parkir saat ini juga dikelola oleh warga. “Kalau bapak-bapak gak ada, ibu-ibu yang turun tangan mas” jelas Ria salah seorang warga. “Pendapatannya masuk kas karang taruna mas” imbuhnya.

Menurut Irkam, pengelola bebek kayuh di waduk Nglangon, pengunjung biasanya ramai saat liburan sekolah. “Biasanya kalau hari Minggu dan liburan sekolah ramai ” jelasnya. Selain bebek kayuh,  di waduk Nglangon juga tersedia  perahu yang bisa disewa beramai-ramai. Pengunjung bisa berputar mengelilingi waduk Nglangon, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Sedangkan untuk menyewa bebek kayuh, pengunjung harus membayar Rp 15.000,- per 20 menit.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel