Pembagian Kios Pasar Pagi Ricuh


GROBOGAN– Kekhawatiran sejumlah pedagang tentang pembagian kios di Pasar Pagi Purwodadi yang tidak transparan menjadi kenyataan. Pembagian kios Pasar Pagi Purwodadi Grobogan, Kamis (5/1) berlangsung kisruh. Pasalnya, kios yang diundi tidak sesuai dengan jumlah kios yang ada di lokasi. Diduga kios yang tidak diundi tersebut letaknya strategis dan telah dimiliki oknum paguyuban.

Kekecewaan pedagang berbuntut dengan penggerudukan sejumlah pedagang ke Kantor Disperindag untuk menemui Kepala Disperindag. “Kami menuntut  untuk diadakan pengundian ulang. Banyak kios yang tidak ikut diundi karena sudah dibagi oleh oknum orang dalam dengan pengurus paguyuban,” ujar Moh Zayin (50), salah seorang pedagang.


Pembagian 900 los berjalan cukup lancar, sedangkan pembagian 64 kios berlangsung ricuh.  “Ada dua tukang becak mendapat jatah kios dan memperolehnya tanpa diundi. Sedangkan saya yang asli pedagang belum dapat jatah kios,” ungkap Sri Rahayu (35).


Sri menambahkan, ada oknum paguyuban pedagang mendapat jatah 2 kios yang diatasnamakan anaknya. “Ada juga oknum pengurus paguyuban yang mendapatkan kios atas nama anaknya. Ini kan tidak adil,” ungkapnya jengkel.


Menanggapi anggapan miring tentang pembagian  kios, dua pengurus paguyuban pedagang Ali dan Gino menyatakan  bahwa  ada sebagian kios tanpa diundi karena diperuntukkan pengurus paguyuban sebagai penghargaan dari Disperindag. “Sebagian lagi tidak diundi karena bukan kios gerabatan, tetapi untuk jualan daging,” kilahnya.


Kepala Disperindag Drs Muryanto MM saat dimintai keterangan mengakui jika pengurus paguyuban pedagang memang minta prioritas kios dan tanpa diundi. “Pihak kami sudah memberikan peringatan agar proses pembagian kios dilakukan secara transparan. Kami putuskan pengundiannya harus diulang dan pelaksanaan pengundian akan diambil alih oleh dinas,” terangnya.(iyant)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel