Pelajar Sumbang 80 Persen Kebutuhan Darah


GROBOGAN – Jumlah pendonor darah di Unit Transfusi darah PMI Cabang Grobogan didominasi remaja usia sekolah. Hal ini diungkapkan Handoyo, Humas PMI Cabang Grobogan saat ditemui di kantornya.“Paling tidak di setiap sekolah kita datangi setiap 3 bulan sekali. Paling sedikit setiap kegiatan donor menyumbangkan 40 kantung darah,” jelasnya.

Saat ini Unit transfusi darah PMI cabang Grobogan memiliki stok kantung darah sejumlah 300 kantong. Sedangkan  kebutuhan kantung darah setiap harinya sejumlah 70 kantung. “Di Grobogan banyak sekali rumah sakit besar. Jadi kebutuhan akan darah semakin tinggi setiap harinya, paling tidak 70 kantung darah keluar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien,” jelas Handoyo.

Menurut Handoyo, jika Unit transfusi darah PMI Cabang Grobogan kekurangan stok darah, biasanya pihaknya mengambil dari PMI di daerah sekitar. “Biasanya kita mengambil dari Rembang, Pati, Semarang dan Blora jika kita kekurangan stok darah. Kasihan pasien yang membutuhkan transfusi darah jika stok darah kosong,” jelasnya.

Kegiatan Donor di Sekolah

Untuk memenuhi kebutuhan darah pasien, Unit Transfusi darah PMI Cabang Grobogan harus bekerja keras menyediakan darah tersebut. Berbagai upaya dilakukan Unit Transfusi darah PMI Cabang Grobogan, diantaranya melakukan kegiatan donor darah di sekolah-sekolah.”Paling tidak sebulan sebelum kegiatan, kita hubungi pihak sekolah untuk koordinasi kegiatan. Kemudian 3 hari sebelum kegiatan kita pasang pamflet di sekolah tersebut,” tutur Handoyo.

Sekolah selalu menyambut baik kegitan donor darah yang dilakukan di lingkungan sekolah. Antusias untuk ikut donor cukup tinggi di kalangan siswa. “Setiap kali kegiatan paling tidak 40 kantung darah didapat. Bahkan ada yang mencapai 130 kantung darah per kegiatan,” jelas Handoyo.
Saat ini, usia sekolah mendominasi penyumbang darah terbesar di Unit Transfusi darah PMI Cabang Grobogan. Setidaknya 80 persen penyumbang darah adalah usia sekolah, sedangkan 20 persen sisanya adalah masyarakat umum,” terang Handoyo.

SMK Negeri 1 Purwodadi tercatat sebagai penyumbang darah terbanyak dengan 130 kantung darah per kegiatan, diikuti MA Sunniyah Selo, SMA Negeri 1 karangrayung dan SMA Negeri 1 Wirosari. “ Jiwa sosial anak usia sekolah memang cukup tinggi dibandingkan usia dewasa,” pungkas Handoyo.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel