Suporter Resah Belum Ada Pembentukan Tim

PURWODADI - Lambatnya manajemen dalam pembentukan skuad Persatuan Sepak Bola Purwodadi (Persipur), membuat suporter galau.Guntur, korlap Garas Persipur fans, mengungkapkan, lambatnya manajemen dalam pembentukan tim membuat suporter fanatik Persipur ini pesimis."Sampai sekarang belum ada pengumuman skuad Persipur. Padahal pertandingan sudah semakin dekat," ungkapnya.

Berbeda dengan tim tetangga sesama kontestan yang masuk dalam Divisi Utama. Persipur yang belum melakukan persiapan dikhawatirkan kurang mampu mengimbangi kontestan lain."Manajemen Persipur harusnya lebih cepat tangap. Regulasi divisi utama yang dikeluarkan PSSI dulu yang hanya degradasi dua kontestan dan promosi dua kontestan berubah dari 60 tim hanya akan diambil 24 tim di divisi utama. Artinya persaingan akan jauh lebih ketat. Jika manajemen terlalu lama takutnya skuad kurang persiapan," tambahnya.

Terkait materi pemain, Guntur melihat kemungkinan dari tim lama layak dipertahankan 50. "Namun apapun yang terjadi Garas akan tetap siap mendukung Laskar Petir," tegasnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Persipur Budi Susilo mengakui belum melakukan seleksi pemain. "Kita belum lakukan seleksi karena belum ada regulasi yang jelas dari PSSI. Kita masih menunggu regulasi pasti karena keputusan yang kemarin sudah tersiar masih hasil konggres. Jadi belum ada kepastian," ungkapnya.

Hal yang dinilai belum pasti, seperti persyaratan usia minimal dan maksimal pemain yang sempat disebutkan mayoritas pemain maksimal berusia 25. Dan pemain dengan usia diatas 25 atau pemain senior maksimal ada 5 pemain. "Tentu hal ini jika benar belaku kita harus benar hati-hati. Lima pemain senior harus bisa menghidupkan permainan. Sempat kita mengumpulkan pemain, tapi jika ternyata regulasi berubah kan sia-sia," ungkapnya.

Apa lagi, PT Divisi Utama baru saja melakukan pergantian Dirut. Jadi kita juga masih menunggu keputusan tertulis. "Jika yang melamar ke Persipur banyak. Malah ada 16 pelatih sudah mendaftar tapi kita belum bisa melakukan seleksi," tambahnya.(lek)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel