Terduga Teroris Ditangkap Di Ketangirejo


GROBOGAN – Penangkapan  terduga teroris, Sugiyono (26) warga Dusun Gondang RT 7 RW 2, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur, di Dusun Trongso RT 2 RW 1, Desa Ketangirejo,  Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan  sekitar pukul 20.00 WIB, kemarin(red: Senin) berlangsung tertutup. Warga sekitar tidak ada yang tahu perihal penangkapan terduga teroris kelompok Bekasi ini.

Sugiyono yang sudah menginap di rumah mertuanya, ditangkap Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Polres Grobogan diduga memiliki bom.Bom tersebut telah meledak di rumah kontrakannya yang berada di Dukuh Dempul, Desa Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sugiyono yang terkena serpihan bom mengalami kebutaan dikedua matanya. Penjemputan, dilakukan oleh sejumlah petugas langsung di  rumah mertua Sugiyono, Suhadi(58).

 Penangkapan Sugiyono, dibenarkan Slamet Susanto, Kepala Desa Ketangirejo saat ditemui di rumahnya."Saya diberitahu oleh petugas dari Densus 88 terkait penjemputan sekitar jam 19.00. Ada sekitar 6 petugas datang kesini. Karena pemberitahuan saya lihat benar tentu kami persilakan," ungkap Slamet Susanto.

Menurut Slamet, Sugiyono berada di desa yang dipimpinnya selama sekitar sepekan. "Selama disini juga tidak pernah keluar. Orangnya kan sakit habis operasi mata. Karena habis kena apa saya juga tidak tahu karena tidak ikut masuk saat petugas masuk. Jadi tentang apa saja yang terjadi biar lebih jelas bisa hubungi polisi," tambahnya.

Terpisah, Suyati(54), mertua terduga teroris Sugiyono, saat ditemui dirumahnya sedang bersama 3 cucunya, yang tak lain anak dari terduga teroris. Suyati menceritakan bahwa anaknya,Siti Maisaroh(31), istri Sugiyono, juga ikut dibawa petugas.”Menantu saya kerja sebagai tukang tambal ban di Sragen. Dia pulang untuk berobat karena matanya kemasukan gotri saat ban truk meletus. Katanya sudah berobat ke Jogja, tapi belum sembuh,” jelasnya.

Suyati menambahkan, anak serta menantunya biasanya berkunjung ke rumahnya setahun sekali, saat lebaran. “Anak saya gak ikut saya karena suami saya sekarang Cuma bapak tiri, jadi dia ikut suaminya yang asli Ngawi,” terangnya.

Kades Tangirejo dengan kejadian ini mengaku kecolongan dan akan mengantisipasi setiap warga yang datang di desanya. “Memang terduga teroris belum lapor ke tempat saya,” pungkasnya.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel