Warga Kecewa Pembangunan Alun-Alun


GROBOGAN – Setelah diresmikan oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni kemarin, alun-alun Purwodadi mulai banyak dikunjungi warga. Sejumlah warga yang mulai berdatangan ke kawasan Alun-alun Purwodadi melontarkan banyak kritikan terkait selesainya proyek revitalisasi alun-alun.
Bupati Grobogan disela-sela peresmian menegur Kadinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief, banyaknya pohon yang kering membuatnya murka. “Kok pohon palm baru ditanam sudah kering semua,” ungkapnya.
M Chanief yang berada disamping Bupati menjelaskan bahwa dalam waktu 6 bulan, alun-alun masih dalam tanggungjawab rekanan. “Pohon yang kering dan yang lainnya masih dam tanggungjawab rekanan,” jelasnya.
Warga Kecewa
Guntur, warga Purwodadi yang penasaran dengan  hasil proyek revitalisasi senilai Rp 10,3 miliar ini cukup kecewa dengan hasilnya. “Kok gak ada karakter kedaerahannya. Bangunannya gak ada yang istimewa. Dana banyak gitu kok seperti itu,” jelasnya.
Kekecewaan juga diungkapkan Mahmud, lantai alun-alun yang terbuat dari batu alam  terlihat tidak  rata.jika tidak memakai alas kaki dipastikan berbahaya. “Lantai sekeliling alun-alun ini ternyata cukup tajam karena potongannya tidak rata. Kalau kena kaki telanjang bisa tersayat. Makanya, kalau mau jalan-jalan sebaiknya pakai alas kaki biar aman,” saran Mahmud, salah seorang warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi, kemarin.
Dari pantauan di lokasi, saran yang dilontarkan warga ini memang ada benarnya. Di sekeliling alun-alun memang terpasang lantai yang terbuat dari batu pualam berwarna hitam. Kondisi batu yang dijadikan lantai ini memang tidak halus permukaannya.
Banyak di antara batu yang terpasang ini kondisinya runcing dan tajam. Selain itu, pemasangan batu-batu ini juga banyak yang tidak simetris dan rata. Kondisi ini bisa menyebabkan pejalan kaki tersandung jika tidak hati-hati.“Setahu saya, batu alam begini biasanya dipasang untuk dinding . Kalau dipasang untuk lantai cukup membahayakan karena cukup tajam,” ujar Wiji, warga lainnya yang kebetulan berada di alun-alun.  
Kekecewaan yang sama diungkapkan Rohkayati, tidak adanya pengecatan pada beberapa sisi bangunan alun-alun membuat suasananya mati. “Kok gak dicat warna apa gitu, biar kelihatan fres. Kalau warnanya cerah kan bagus,” keluhnya.
Kepala Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dimintai tanggapannya menyatakan, pemasangan batu pualam untuk lantai sekeliling alun-alun memang sudah sesuai dengan spek yang ditentukan. “Spek lantainya memang sudah sesuai desainnya. Soal pemasangan lantai yang dinilai kurang simetris nanti kita minta dibetulkan oleh pihak rekanan. Proyek ini, masih dalam masa pemeliharaan rekanan selama enam bulan,” katanya.
 Terpisah, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengaku bersyukur proyek renovasi Alun-alun bisa selesai meskipun terlambat satu bulan. “Lepas dari kekurangan yang ada, tetapi kita perlu bersyukur, karena renovasi Alun-alun sempat terlambat dua tahun,” terangnya. (IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel