Cabai Kering Asal Thailand Serbu Pasar




GROBOGAN- Harga cabai yang terus melejit dipasaran,mengakibatkan  sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Grobogan diserang cabai import dari Thailand. Cabai impor ini  masuk melalui Tegal, Brebes dan Bandung yakni cabai kering merah.

Sulastri, pedagang bumbu di Pasar Purwodadi, Selasa(7/3)mengaku, sejak beberapa hari belakangan, produk cabai kering merah banyak dijual dipasar Purwodadi. Cabai yang sudah dalam kondisi dikeringkan saat ini posisinya menggantikan keberadaan cabai setan yang mulai ditinggalkan karena harganya mencapai Rp 150 ribu perkilogram.
“Saya mulai jual cabai kering karena memang banyak yang mau. Harganya jauh lebih murah sehingga pembelinya juga banyak. Dari 5 kilogram cabai basah, biasanya menjadi 1 kilogram cabai kering,” akunya.


Sulastri menambahkan harga cabe merah rawit yang mahal membuat pedagang beralih dengan mengunakan cabe merah kering yang di import dari Thailand. Cabai merah kering di Pasar Purwodadi dipasok dari Tegal, Cilacap, Brebes dan Bandung.
“Pilihan beralih ke cabai merah kering,  tidak saja karena harga cabai merah setan yang sangat tinggi sehingga tidak mampu dibeli masyarakat,” tambahnya.

Pedagang kebutuhan dapur di menanambahkan, harga cabe merah rawit segar beberapa hari ini harganya terus naik. bahkan, saat ini harga cabai segar yang dijualnya mencapai Rp 150 ribu perkilogram. Sedangkan harga cabe merah kering yang berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. “Jadi banyak pembelipun beralih ke cabe merah kering.  Karena murahnya harga cabai merah kering banya pembeli yang beralih membeli cabai yang dipasok dari Thailand. Tapi, karena banyaknya peminat, cabai merah kering ikut naik,” tambahnya.

“Harga cabe merah kriting yang awalnya dijual Rp 20 ribu per kilo gram, saat ini mencapai harga Rp 27 ribu per kilo,” tambah pedagang muda tersebut.
Mahalnya harga cabai dipasar diakui Tanto, penjual nasi goreng di Nambuhan. Tinggnya harga cabai perkilogram akibatkan jumlah pembelian yang dilakukannya berkurang. :Jika biasanya beli satu kilo, saat ini belinya hanya ons saja. Karena tingginya harga cabai belum tentu bisa kita ikuti kenaikan harga produk yang kita jual,” akunya.

Pria yang baru saja membeli cabai di pasar ini mengaku, terkejut dengan hadirnya cabai kering merah. Tentang harga dan barang diakui dirinya belum mencoba hasil pertanian import dari Thiland tersebut. “Cabai keriting Rp 80 ribu, cabai setan bisa mencapai Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu. Jadi pembeli turun sangat banyak,” akunya.(iya)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel