Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati - Ambarawa Belum Jelas


KEDUNGJATI- Penghidupan kembali atau revitalisasi jalur keretaapi sejarah Kedungjati-Tuntang-Ambarawa, belum menunjukan kepastian kelanjutan pelaksanaannya. Jalur yang digadang-gadang bisa menggeliatkan perekonomian warga di kabupaten Grobogan bagian selatan ini sampai saat ini belum ada kelanjutan pengerjaannya. Warga yang sempat bahagia dengan angin segar tersebut kembali resah.

Manager humas PT KAI Daop IV Semarang, Edy Kuswoyo, dihubungi Grobogan Today  melalui phonselnya, Jumat (2/6) menjelaskan, saat ini pembangunan rel sementara dihentikan." Memang sementara ini pembangunan masih belum dilanjutkan. Rel dan bantalan baru dipasang beberapa meter saja disekitar stasiun Kedungjati," ungkap Edy.

Reaktivasi, tambah Edy, merupakan proyek dengan tidak saja penghidupan lalulintas orang dan barang, namun juga penghidupan jalur wisata. Pasalnya, antara stasiun Kedungjati di Kabupaten Grobogan dengan stasiun Willliam II Ambarawa, Kabupaten Semarang, merupakan dua stasiun yang masih aktif serta memiliki kemiripan dari segi kontruksi."Saat ini progresnya masih seperti pada dulu terakhir dikerjakan. Belum ada perkembangan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Satker Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan," tambahnya.

Reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang, ungkap Djoko Setijowarno, Pakar Transportasi Soegijapranata, penghidupan kembali jalur rel bersejarah Kedungjati yang berakhir di Ambarawa merupakan pembangunan yang ditujukan untuk menghidupkan pariwisata dibidang transportasi."Tentu penghidupan tidak mudah. Reaktivasi menjadi langkah untuk mendukung wisata di Grobogan dan Kabupaten Semarang," ungkapnya.

Dengan kontur tanah yang berbukit, menyedikan pemandangan yang menarik disamping wisata kereta itu sendiri.Penyambungan rute kereta Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa, diharapkan mendukung peningkatan ekonomi masyrakat sekitar. Apalagi, didekat stasiun Kedungjati selama ini digunakan warga untuk terminal angkutan. "Jika aktifasi benar-benar dilakukan, ini sangat menguntungkan warga. Jika kereta banyak yang berhenti dan ada wisatawan warga kan juga bisa jualan tentu meningkatkan ekonomi warga," harap Ahmad Zainuri, warga Kedungjati.

Ia juga berharap dengan aktifasi tersebut, wisata di daerah Kedung jati juga semakin banyak dikenal. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel