Pengembangan TPA Ngembak Terbentur Biaya


PURWODADI- Pengembangan Tempat pembuangan akhir (TPA) Sanitary Landfill di Desa Ngembak, Purwodadi yang beroperasi sejak April lalu terus dilakukan walaupun terbentur anggaran. Mulai Agustus ini  ada pengerjaan pengembangan TPA, bantuan  provinsi sudah dimulai. Demikian diungkapkan Kasi Penanganan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Noer Rochman.

“TPA ini memiliki luas lahan sekitar 5 hektare dari 9,9 hektare luas TPA Ngembak. Namun yang dipakai beroperasional seluas 2,8 hektare. Pengembangan TPA pun terus dilakukan. SelainDetail Engineering Design(DED) juga sudah dibuat senilai Rp 4,5 Miliar, kini ada bantuan dari Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) oleh Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

PSPLP Jawa Tengah mengucurkan dana sebesar Rp 1,5 Miliar, yang akan dipakai untuk pembuatan jembatan timbang, pengecoran jalan di lingkungan TPA kurang lebih 100 meter dengan lebar 6 meter. Kemudian pagar keliling pengaman ipal dan bronjong atau talud untuk melindungi tanah agar tidak longsor. “Surat perintah kerja (SPK) seharusnya mulai pengerjaan bantuan itu sejak 24 Juli lalu dan berakhir 4 Desember. Namun, pada Rabu (2/8) tim pelaksana baru akan melakukan MC0persen di lokasi,” terangnya.

.
Upaya ini merupakan wujud yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penataan penyehatan lingkungan di Kabupaten Grobogan. Pihaknya juga terus mengupayakan kebersihan kota maupun daerah di setiap kecamatan. “Ke depan kami juga akan membuat TPA serupa di daerah barat. Mengingat banyak sampah yang dibuang di pinggiran jalan raya oleh masyarakat. Sehingga sangat mengganggu kebersihan bahkan kenyamanan pengendara,” tandasnya.

Ia menambahkan, pada triwulan keempat juga akan ada pengerjaan bantuan anggaran dari pemerintah kabupaten (pemkab) senilai Rp 230 juta, namun masih dalam pembahasan anggaran perubahan. “Nantinya akan dibuat pagar hidup dari bambu Jepang mengelilingi TPA. Hal itu untuk penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Grobogan. Selain itu untuk penutupan tanah berkala, yang tujuannya untuk membatasi gerak kambing yang masuk TPA dan agar sampah plastik tidak beterbangan,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel