Suntik Gratis, Targetkan 58.400 Sapi Bunting


PURWODADI- Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan sedang menggalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Program Upsus Siwab ini meliputi kegiatan penanganan gangguan reproduksi, Inseminasi Buatan (IB), PKB Hasil IB, bantuan pakan dan penyuluhan betina produktif. Targetnya ada 80 ribu sapi betina mengalami kebuntingan.
Dengan asumsi betina produktif mencapai 90 ribu ekor, tahun ini target perolehan IB mencapai 80.000 ekor dan kebuntingan  73 persen atau 58.400 ekor. Sementara hingga akhir Juni 2017 lalu, perolehan IB baru mencapai 35 % atau 45.921 ekor.
Demi mendukung program tersebut, saat ini sudah ada 43 orang petugas inseminator dan 9 pembantu  yang siap melayani masyarakat. Mereka tersebar di 34 wilayah kerja yang telah ditentukan. Petugas akan memberikan pelayanan IB gratis hingga 30 November 2017.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi, khususnya di Kabupaten Grobogan. Tak hanya itu pendapatan peternak bertambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Riyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, melalui Kabid Produksi Peternakan, Hadi Susianto.
Menurut Hadi, untuk memberikan pelayanan IB, petugas datang dari rumah ke rumah masyarakat. Dalam program IB ini, bibit yang diberikan adalah bibit bagus. Karena berpengaruh pada keberhasilan dan gentika dari sapi itu sendiri. Serta menambah populasi sapi, harga jual ternak IB lebih tinggi dari kawin alam serta meningkatkan kesejahteraan peternak.
Jika setelah mendapatkan pelayanan IB belum bunting, terangnya, maka 21 hari setelah birahi harus disuntik IB lagi. Setelah IB kedua belum bunting lagi maka harus dilakukan penanganan ke gangguan reproduksi terlebih dahulu.
“Untuk ke depan nantinya, IB akan ada program sinkronisasi birahi dengan gangguan reproduksi. Harapannya gangguan reproduksi ini bisa ditangani sehingga bisa mengalami kebuntingan. Kalau sudah sembuh dan birahi lagi, maka harus IB lagi. Namun jika tidak bunting lagi alias majer maka disarankan untuk diafkir (potong) karena sudah tidak produktif lagi,” terangnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel