Warga Rela Berebut Gunungan untuk Dapatkan Berkah Haul Ki Ageng Tarub


GROBOGAN - Warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menggelar acara kirab gunungan untuk memperingati Haul Ki Ageng Tarub,Minggu (5/11)siang.

Dalam tradisi tahunan itu, warga mengarak gunungan berupa hasil bumi sejauh kurang lebih dua kilometer menuju lapangan desa setempat.Desa Tarub yang dikenal sebagai sentra buah belimbing menyajikan sebuah gunungan besar berisi buah belimbing. ”Haul ini diselenggarakan setiap tanggal 15 Safar,penanggalan jawa,”jelas Ali Maskuri,Kades Desa Tarub.

Sebelumnya, tiga gunungan setinggi 2 meter tersebut didoakan oleh Juru Kunci Makam Ki Ageng Tarub di Balai Desa. Nampak sejumlah petinggi trah Keraton Surakarta Hadiningrat hadir dalam acara Haul Ki Ageng Tarub.Diantaranya GKR Wandansari. Mereka lantas berziarah di makam leluhur kesultanan Surakarta ini.

Meski gerimis sempat turun selama beberapa menit, namun hal itu tak menyurutkan niat masyarakat untuk menyaksikan acara kirab gunungan tersebut. Sejak pagi, masyarakat telah memadati beberapa titik lokasi desa, menunggu arak-arakan gunungan yang diiringi pertunjukan drum band dan seni barongan.
Sebelum arak-arakan gunungan dimulai,beberapa penampilan musik tradisional mulai dari angklung hingga karawitan  dimainkan anak-anak Desa Tarub.

Gunungan yang belum diletakkan di lapangan tanpa basa-basi langsung diserbu oleh ratusan warga baik anak-anak,remaja maupun orangtua. Hal ini membuat kericuhan antar warga yang berebut gunungan.Bahkan anak kecil sampai jatuh terinjak-injak karena ingin mendapatkan gunungan.”Saya juga pengin dapat gunungan,”jelas Ardian(11).

Warga rupanya ingin ngalap berkah dengan berupaya mendapatkan isi gunungan yang merupakan hasil pertanian warga Desa Tarub.Hanya dalam hitungan menit, isi gunungan ludes tak bersisa.Uniknya, sejumlah warga ada yang terlihat memunguti sisa isi gunungan yang tercecer di lapangan yang telah becek akibat diguyur hujan tersebut.
"  Karena tak mendapatkan langsung dari gunungan maka saya punguti yang ada di tanah. Kali ini saya mendapatkan sisa-sisa sayuran. Rencananya mau saya oseng-oseng untuk dimakan. Pastinya berkah ini mas, " jelas Pariyem(46),warga Kuwu,Kradenan.

Lain halnya dengan Suprihatini(33),dia jauh-jauh dari Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi untuk mendapatkan berkah.Dia rela berebut dengan pengunjung lain agar kebagian.”Kalau gak berebut gak kebagian nanti,” pungkasnya.

Selain menunggu gunungan,peziarah juga menunggu nasi kuning yang didoakan dimakam Ki Ageng Tarub.Mereka rela berdesak-desakan menunggu giliran mendapatkan nasi.


Juru Kunci Makam Ki Ageng Tarub,RT Hastono Adipuro, mengatakan, kirab gunungan dalam rangka Haul Ki Ageng Tarub itu sudah berlangsung sejak ratusan silam. Tradisi ini akan terus dilestarikan sebagai maksud nguri-nguri budaya jawa.Hasil pertanian dijadikan sebagai isi gunungan adalah bentuk penghormatan masyarakat terhadap leluhur mereka yang dulunya juga seorang petani." Ini juga bentuk rasa syukur masyarakat terhadap sang pencipta karena pertanian di desa kami melimpah, " katanya.


Sosok Ki Ageng Tarub, kata dia, merupakan leluhur para raja tanah Jawa, khususnya dari leluhur dari Keraton Surakarta Hadiningrat." Sehingga  trah keraton Surakarta Hadiningrat selalu hadir mengikuti haul. Mereka biasanya melakukan ritual maupun ziarah di Makam,” jelasnya. (RE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel