Warga Ginggangtani Keluhkan Tumpukan Sampah di Depan MA Yafalah


GUBUG, Grobogantoday.com - Tumpukan sampah yang menggunung di depan MA Yafalah dikeluhkan warga Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug. Tumpukan sampah yang berserakan di sisi jalan tersebut, selain menimbulkan bau yang kurang sedap juga merusak pemandangan. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Sampai saat ini, masalah ini belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait.


Berdasarkan pantauan Grobogantoday.com, tak hanya sampah plastik saja, sampah yang berasal dari sisa sayuran dan buah-buahan juga menumpuk. Akibatnya, sejumlah warga maupun pengendara yang kebetulan melintas di ruas jalan tersebut mengeluhkan bau busuk dari sampah organik. 


“Baunya sudah kemana-mana. Apa lagi kalau ada angin. Iya, sudah lama tak diangkat sampah itu. Kalau sudah diangkat tak mungkin lah seperti saat ini,” kata Amin Khusaini, warga Desa Ginggangtani.








Selain mengganggu warga sekitar, menurut Muslih, warga Ginggangtani, keberadaan tumpukan sampah yang berada di depan sekolah jelas sangat mengganggu proses belajar mengajar. Bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah membuat konsentrasi siswa terganggu. "Kasihan juga anak-anak sekolah, setiap hari harus disuguhi bau tak sedap dari sampah-sampah tersebut," ungkapnya. 


Warga berharap, dinas terkait segera mengambil langkah konkrit dalam menangani masalah sampah tersebut. "Kami sudah cukup bersabar hidup diantara bau sampah selama lebih dari tiga tahun. Semoga segera ditangani," harapnya. (RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel