Angka Pernikahan Dini di Grobogan Nomor 2 Se-Jawa Tengah


PULOKULON,Grobogantoday.com-Bonus Demografi akan menjadi sebuah mala petaka jika tidak dikelola dengan baik. Demikian diungkapkan Sri winarti Kepala Sub Bidang Penetapan Parameter Kependudukan BKKBN Jawa Tengah saat menghadiri Sosialisasi Pengendalian Penduduk di SMA Negeri 1 Pulokulon, Jumat(28/9/2018). “Jika kualitas manusia tidak disiapkan maka akan menjadi bencana. Maka perlu memprioritaskan pembangunan manusia, terutama di usia kerja. Jangan buru-buru untuk menikah,” ujarnya.

Sri Winarti menambahkan, angka pernikahan dini  di  Kabupaten Grobogan menempati peringkat 2 se-Jawa Tengah. Hal tersebut bisa menimbulkan bonus demografi. Sehingga semua pihak harus bekerja keras untuk mengendalikannya. “Untuk peringkat pertama ada Kabupaten Brebes. Saya ajak kalian untuk merencanakan kehidupan, sekolah, siapkan kerja, menikah, masa depan, bukan sekedarnya saja.Karena anak cucu kita yang akan merasakan dampaknya,” katanya.


Suparjo, Sekretaris BP3AKB Kabupaten Grobogan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa program pengendalian penduduk  sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini. Pemerintah telah berupaya  mengatur laju pertumbuhan penduduk dan persebarannnya. “Saat ini laju  pertumbuhan penduduk di Kabup[aten Grobogan sebesar 0,33 persen,  yakni mencapai jumlah penduduk 4 desa,” katanya.

Pihaknya berharap  generasi muda memahami tentang program pengendalian kependudukan. Siswa sebagai  generasi penerus  sangat berperan. "Siswa memiliki peran strategis, pengetahuan ini harus dipahami dan dilaksanakan,” jelasnya.

Suparjo mengingatkan, jika belum mapan ekonomi untuk tidak  menikah dahulu. Usia minimal menikah untuk wanita yakni 21 tahun, sedangkan untuk pria 25 tahun. “Pulokulon paling tinggi pernikahan usia dininya.  Ada yang menikah di bawah 18 tahun,bahkan dibawah 16 tahun. Kita harapkan nanti kalau sudah menikah,  2 anak cukup. Sehingga bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk,” tegasnya.


Menurutnya, program ini tak bisa diselesaikan sendiri, namun semua elemen masyarakat harus berperan. “Pengetahuan yang didapat diharapkan bisa disebarkan kepada teman yang lain. Pendewasaan usia perkawinan bisa berperan dalam pengendalian penduduk. Pernikahan dini, maka masa depan suram,” pungkasnya.



Dalam acara tersebut juga hadir anggota komisi IX DPR RI Imam Suroso. (pj)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel