yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Pejuang Veteran di Grobogan Ini Belum Mendapat Perhatian Pemerintah

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Pejuang Veteran di Grobogan Ini Belum Mendapat Perhatian Pemerintah


WIROSARI,Grobogantoday.com- Nasib kurang beruntung dialami seorang veteran perang di Kabupaten Grobogan. Ngadimin(77), di usianya yang sudah senja, pejuang yang ikut mempertahankan kemerdekaan RI ini menghabiskan sisa hidupnya di rumah sederhana dengan bermata pencaharian sebagai seorang petani. Sampai anaknya sendiri pun tidak tahu jika orang tuanya adalah seorang pejuang.

"Saya tahunya dari anak-anak saya. Kakak saya juga baru tahu kalau bapak veteran baru-baru ini. Bapak sering bercerita kepada anak saya, kalau ia adalah seorang pejuang yang pernah dikirim ke Pulau Seram, Ambon," kata Yuliyanti, anak kedua Ngadimin, Senin(25/11).

Yuliyanti mengaku bangga memiliki orang tua seorang pejuang. Ia semakin percaya jika orang tuanya seorang pejuang setelah menemukan beberapa piagam penghargaan di dalam sebuah peti seng milik orang tuanya.

"Saat bersih-bersih, setiap kertas yang saya temukan tak baca satu per satu. Saya kaget saat menemukan piagam-piagam penghargaan sebagai seorang pejuang. Piagam-piagam tersebut langsung saya ambil dan saya laminating," ucapnya.

Saat berkunjung ke kediaman Ngadimin, Grobogantoday.com berkesempatan untuk melihat secara langsung kehidupan veteran yng tinggal di Dusun Krandon, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Pagi-pagi, kakek bercucu 4 dan bercicit 1 ini sudah pergi ke sawah untuk mencari pakan sapi miliknya. Kepada Grobogantoday.com ia mengaku yang penting sehat dan bekerja. Menurutnya, ia belum pernah sama sekali mendapatkan tunjangan dari pemerintah.

"Yang penting bekerja halal. Sejak pulang dari Ambon, saya hidup biasa seperti warga yang lain, bertani. Mau lapor sebagai veteran, takut dianggap golek-golek. Apalagi setelah itu ada pemberontakan PKI, takut dianggap terlibat. Mendingan diam saja," ujarnya.

Sejak saat itu, seluruh seragam dan perlengkan perang yang ia miliki dikubur di dalam tanah. Selama kurang lebih 2 tahun, ia tinggal di Ambon bersama pejuang-pejuang yang lain. Sebelum berangkat ke Ambon, ia terlebih dahulu dikumpulkan di sebuah asrama di Kota Semarang. 

"Dari setiap kecamatan di Grobogan dulu mengirim satu. Saya perwakilan dari Kecamatan Wirosari," akunya, sambil menunjukkan beberapa piagam yang dimilikinya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah di sisa hidupnya. "Sampai saat ini belum pernah mendapatkan tunjangan sebagai vetern. Hanya dapat PKH saja," ujarnya. (RE)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post