yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Status Pejuang Veteran Asal Wirosari Ini Akan Segera Diusulkan

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Status Pejuang Veteran Asal Wirosari Ini Akan Segera Diusulkan


WIROSARI, Grobogantoday.com- Ngadimin(77), warga Dusun Krandon, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, pejuang veteran yang belum pernah mendapatkan perhatian pemerintah akan segera diusulkan untuk memperoleh haknya sebagai seorang veteran. Demikian diungkapkan Camat Wirosari, Kurnia Saniadi, Senin(25/11/2019).


"Untuk pengajuannya, akan dibantu oleh    Ketua Macab LVRI Grobogan, Sri Yono," katanya.


Menurut Kurnia Saniadi, walaupun belum memperoleh tunjangan sebagai veteran, Mbah Ngadimin selama ini sudah memperoleh Program Keluarga Harapan(PKH). "Selain itu, akan memperoleh program RTLH(Rumah Tidak Layak Huni) dari BAZNAS dan Dana Desa tahun 2019," ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinsos Grobogan, Andung Sutiyoso juga hadir menyambangi rumah pejuang veteran ini. Ia memberikan tali asih dan sumbangan sembako. "Alhamdulillah berkat peran serta masyarakat, kondisi seperti ini bisa kita ketahui," ujarnya.


Ketua Macab LVRI Grobogan, Sri Yono menjelaskan, pihaknya akan membantu semaksimal mungkin agar Mbah Ngadimin bisa mendapatkan haknya sebagai veteran. "Insyaallah kami akan membantu," tegasnya. 


Sebelumnya, nasib kurang beruntung dialami seorang veteran perang di Kabupaten Grobogan. Ngadimin(77), di usianya yang sudah senja, pejuang yang ikut mempertahankan kemerdekaan RI ini menghabiskan sisa hidupnya di rumah sederhana dengan bermata pencaharian sebagai seorang petani. Sampai anaknya sendiri pun tidak tahu jika orang tuanya adalah seorang pejuang.

"Saya tahunya dari anak-anak saya. Kakak saya juga baru tahu kalau bapak veteran baru-baru ini. Bapak sering bercerita kepada anak saya, kalau ia adalah seorang pejuang yang pernah dikirim ke Pulau Seram, Ambon," kata Yuliyanti, anak kedua Ngadimin.

Yuliyanti mengaku bangga memiliki orang tua seorang pejuang. Ia semakin percaya jika orang tuanya seorang pejuang setelah menemukan beberapa piagam penghargaan di dalam sebuah peti seng milik orang tuanya.

"Saat bersih-bersih, setiap kertas yang saya temukan tak baca satu per satu. Saya kaget saat menemukan piagam-piagam penghargaan sebagai seorang pejuang. Piagam-piagam tersebut langsung saya ambil dan saya laminating," ucapnya.

Saat berkunjung ke kediaman Ngadimin, Grobogantoday.com berkesempatan untuk melihat secara langsung kehidupan veteran yng tinggal di Dusun Krandon, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Pagi-pagi, kakek bercucu 4 dan bercicit 1 ini sudah pergi ke sawah untuk mencari pakan sapi miliknya. Kepada Grobogantoday.com ia mengaku yang penting sehat dan bekerja. Menurutnya, ia belum pernah sama sekali mendapatkan tunjangan dari pemerintah.

"Yang penting bekerja halal. Sejak pulang dari Ambon, saya hidup biasa seperti warga yang lain, bertani. Mau lapor sebagai veteran, takut dianggap golek-golek. Apalagi setelah itu ada pemberontakan PKI, takut dianggap terlibat. Mendingan diam saja," ujarnya.

Sejak saat itu, seluruh seragam dan perlengkan perang yang ia miliki dikubur di dalam tanah. Selama kurang lebih 2 tahun, ia tinggal di Ambon bersama pejuang-pejuang yang lain. Sebelum berangkat ke Ambon, ia terlebih dahulu dikumpulkan di sebuah asrama di Kota Semarang. 

"Dari setiap kecamatan di Grobogan dulu mengirim satu. Saya perwakilan dari Kecamatan Wirosari," akunya, sambil menunjukkan beberapa piagam yang dimilikinya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah di sisa hidupnya. (RE)



Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post