Landmark Alun-alun Purwodadi Akan Dibangun


PURWODADI- Upaya menambah nilai jual,  sehingga alun-alun bukan hanya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) saja tetapi sebagai fungsi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) terus dilakukan. Pengembangan ikon-ikon Kabupaten Grobogan adalah langkah yang harus dipikirkan secara matang dan terkonsep dengan baik. Konsep selanjutnya adalah tampilan landmark dengan ornamen khas  yang menarik, yang diharapkan bisa memicu orang untuk berfoto, men-share dengan jejaring sosial dan secara tidak langsung bisa menjadi publikasi tentang keberadaan alun-alun Purwodadi.Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Ahmadi Widodo melalui Tri Retno Indriati, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan.

“Penataan alun-alun dengan desain yang menarik bisa menjadi aset sekaligus pendapatan, selain itu juga menjadi ikon yang memperkenalkan Kabupaten Grobogan dengan cara yang menarik,” jelasnya kepada Grobogan Today.

Menurut rencana, pembangunan landmark Alun-alun Purwodadi dilaksanakan tahun 2017 ini dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng. “Akan segera direalisasikan tahun ini. Kalau besarannya belum tahu,” kata Indri.

Indri menambahkan, untuk letak landmark, pihaknya mengusulkan berada di sisi barat-utara. Tidak hanya landmark saja, nantinya juga akan diberi air mancur kecil untuk menambah keindahannya. “Tanpa harus merusak bangunan lama, kita usulkan letaknya di sebelah barat utara,” tambahnya.

Selain landmark, pihaknya juga mempersiapkan 65 tanaman untuk menghiasi alun-alun. Sempat ada usulan untuk menanaminya dengan bonsai, namun karena dana yang terbatas, pihaknya hanya mempersiapkan tanaman biasa, seperti ketapang kencana, sabrina, tanjung dan bougenvile. “Kalau bonsai kan mahal. Satunya mencapai 1,5 juta,” katanya.

Penataan yang lebih konkret, sistemisasi pemeliharaannya dan juga keamananya harus benar-benar dilaksanakan dengan cermat sehingga apa yang sudah ada bisa berjalan dalam waktu yang lama. “Untuk perawatan tanaman, akan kita buat sumur di dua titik. Sehingga untuk menyiram tanaman dan pemeliharaan rumput tidak harus dengan tangki,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel