Perbaiki SD Rusak, Bupati Akan Minta Bantuan Pusat


GROBOGAN-Masih banyaknya gedung SD yang rusak parah membuat Bupati Grobogan Sri Sumarni gusar. Sudah ditetapkannya APBD 2018 beberapa waktu yang lalu, membuatnya tidak bisa  mengalokasikan anggaran perbaikan 147 ruang kelas rusak pada tahun 2018. “Pendataan dilakukan setelah penetapan APBD 2018, jadi tidak bisa dianggarkan. Namun saya akan berusaha meminta anggaran perbaikan gedung rusak ke Pusat dan Pemprov Jateng,” jelasnya

Dari pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan, masih ada 219 ruang kelas yang rusak parah. Dari jumlah ini, sebagian sudah dapat alokasi perbaikan pada tahun 2018.Sisanya sebanyak 147 ruang kelas rusak belum mendapatkan alokasi anggaran. Ruang kelas rusak parah sebanyak ini tersebar di 50 SD. Ia berjanji akan segera menuntaskan masalah gedung SD yang kondisinya rusak parah. Hal itu disampaikan Sri Sumarni usai memimpin rakor membahas gedung SD rusak bersama pejabat terkait lainnya, Selasa (17/10).“Pembangunan gedung SD yang rusak akan kita prioritaskan. Semoga tahun depan bisa tuntas,” tegasnya.

Dalam penanganan perbaikan gedung yang rusak dalam satu sekolah harus dituntaskan. Misalnya, dalam satu sekolah ada empat ruang yang rusak maka harus diperbaiki semua. Jangan sampai perbaikan dilakukan hanya pada satu atau dua ruang kelas saja dan sisanya diperbaiki tahun berikutnya.


Masih munculnya gedung SD rusak parah sempat membuatnya kaget. Soalnya, dari laporan sebelumnya, sudah tidak ada bangunan SD rusak lagi setelah SDN 01 Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.“Gedung SDN 01 Mlowokarangtalun sudah kita perbaiki total tahun ini dan sekarang kondisinya sudah bagus. Setelah itu, lha kok ada SD rusak parah lagi. Yakni, SDN 05 Sembungharjo yang juga ada di Kecamatan Pulokulon. Terkait dengan kondisi itu, saya akhirnya minta agar dinas terkait bikin pendataan lagi,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.


 Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, usai menghadiri rakor membahas gedung SD rusak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni dan pejabat terkait lainnya, menjelaskan, bahwa jumlah kerusakan ruang kelas pada tiap SD bervariasi. Ada SD yang ruang kelasnya hanya rusak parah 1 unit saja. Namun, ada beberapa SD yang 6 ruang kelasnya rusak. “Dari data yang terkumpul nantinya akan dipilih skala super prioritas,” jelasnya.(iya)

Sekolah yang memiliki ruang kelas rusak itu tersebar di beberapa kecamatan,yakni, Pulokulon (3), Karangrayung (8), Toroh (5), Geyer (7), Kradenan (3), Gabus (4), Wirosari (3), Tawangharjo (3), Grobogan (8), Klambu (1), Godong (2), Gubug (1), dan Tanggungharjo (2)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel