Gedung Sekolah Nyaris Roboh,Siswa Ketakutan



GABUS- Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri di Grobogan ,Jawa Tengah,harus belajar dengan rasa was-was.Mereka  harus belajar dibawah bangunan sekolah yang rapuh dan membahayakan.Para siswa selalu dihantui rasa khawatir jika gedung sekolah yang mereka tempati akan ambruk.Lantaran,dinding sudah rapuh dan disana-sini ambrol.Meskipun pihak sekolah telah mengajukan perbaikan,namun sampai sekarang tak kunjung diperbaiki.

Sekolah yang berlokasi di Desa Bendoharjo,Kecamatan Gabus  tersebut mengalami kondisi yang tidak layak.“Jelas kami merasa khawatir, sebab anak-anak kami belajar dibawah bangunan yang kondisinya sudah lapuk. Bagaimana jika gedung tersebut roboh dan menimpa anak kami.Namun, mau gimana lagi kondisinya sudah seperti itu,” ujar salah orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya,Sabtu(15/10).

Begitulah kondisi puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Bendoharjo.Sebanyak empat ruang kelas yang ditempati para siswa kelas dua,tiga ,empat dan lima,dengan kondisi bangunan yang sudah retak dan ambrol,lantai bangunan rusak hingga berdebu.Sementara dua bangunan yang sudah diperbaiki oleh rekanan melalui dana alokasi khusus pusat pun kondisinya memprihatinkan.Bangunan yang baru berumur empat tahun ini sudah retak serta lantai kelaminnya pun pecah.

Fadhilah,salah seorang siswa SD Negeri 2 Bendoharjo mengaku khawatir dan terganggu belajarnya,lantaran kondisi gedung membahayakan."Kalau belajar takut,apalagi kalau hujan atau ada angin.Takut kalau roboh," tuturnya.

Pihak sekolah terpaksa menggunakan bangunan sekolah lantaran tidak memiliki bangunan yang lain.Hal itu diungkapkan Sunaryo, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Bendoharjo,beliau mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu kegiatan belajar-mengajar."Apalagi kalau hujan,atapnya bocor semua.Ditambah kondisi gedung yang rusak parah,dinding retak dan bocor disana-sini,",jelasnya .

Dengan kondisi gedung yang rusak,mengakibatkan para orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.Sehingga dalam 3 tahun terakhir,jumlah siswa di SD Negeri 2 Bendoharjo turun drastis."Per kelas hanya dihuni belasan siswa saja," tutur Sunaryo.



Pihak sekolah khawatir,bila gedung sekolah tidak segera diperbaiki,maka sekolah akan terancam tutup.Karena tidak mendapatkan murid pada tahun ajaran baru.Mereka berharap,pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan segera memperbaiki gedung sekolah yang rusak."Pemerintah harus bertindak serius dalam hal ini Dinas Pendidikan dimana kondisi bangunan sekolah yang baik dapat menunjang proses belajar dan mengajar secara baik pula, kondisi bangunan sekolah yang baik pun dapat mencerminkan wajah pendidikan di Indonesia, keselamatan  murid dan guru bukan saja harus di perhatikan saat proses belajar dan mengajar tetapi juga menjadi prioritas utama pemerintah dalam membangun infrastruktur pendidikan yang mumpuni,jelas Sunaryo.(rie)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel