Pelukis Sketsa Wajah dari Danyang,Tetap Eksis di Era Digital





PURWODADI - Seni lukis pensil, dengan alat-alat yang terbatas dan sederhana berupa pensil dan kertas putih polos, ternyata tidak sederhana. Paling tidak dalam pengerjaannya.Butuh ketelitian, ketelatenan, kesabaran dan yang jelas butuh feeling khas seniman lukis agar goresan-goresan dan tebal-tipisnya tarikan-tarikan pensil, hasilnya sesuai dan mendekati ‘rupa’ obyek yang dilukis.Terlebih jika tujuannya adalah melukis realis agar hasilnya mirip foto hasil jepretan, dengan cetak hitam putih.

Lain halnya bila yang diinginkan berupa sketsa yang karikaturis. Hal tersebut dikatakan oleh Masriman,salah satu pelukis pensil asal Desa Danyang  Kecamatan Purwodadi,Kabupaten Grobogan.Masriman mengatakan, dalam mengerjakan satu lukisan di atas media kertas putih polos, pensil yang digunakan beragam jenis diantaranya pensil mekanik, pensil 8B, dan alat lainnya seperti kuas, penghapus dan kapas.Masriman mengaku piawai melukis sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar.

Dalam sehari,bapak satu anak ini mengaku bisa mengerjakan 3-4 sketsa wajah."Kalau Car free day,biasanya saya mangkal di depan SMA Muhammadiyah.Namun kalau hari biasa muter-muter cari tempat keramaian di sekitar Purwodadi,” kata Masriman disela-sela dirinya melukis, Jumat(28/10).

Masriman mematok harga lukisannya,berkisar antara 25 sampai 50 ribu."Sebenernya ini sudah cukup murah," jelasnya.

Desi salah seorang pemakai jasa lukis Masriman mengaku puas dengan hasil karyanya."Pak Masriman hebat banget,melukisnya pakai tangan kiri.Namun hasilnya bagus,mirip aslinya,"jelasnya.

Masriman mengungkapkan, walaupun sekarang  eranya digital, semua bisa dilakukan dengan media digital, tak terkecuali seni menggambar atau melukis. Akan tetapi, seni lukis pensil yang ia geluti masih tetap memiliki pangsa pasarnya tersendiri.

Ada beberapa alasan orang memilih lukis pensil, diantaranya memiliki nilai seni yang tinggi serta menghargai para pelaku seni seperti dirinya.“Walau sekarang era digital, seni lukis pensil punya penggemarnya tersendiri, yaitu mereka yang mengerti seni sesungguhnya dan mereka yang berkomitmen menghargai hasil karya pelaku seni serta hasil dari lukis pensil dilihat lebih memiliki khas tersendiri,” ungkapnya.

Masriman  menuturkan, seni yang ia geluti saat ini tanpa melalui proses kursus dan lain sebagainya, melainkan hany berdasarkan hobinya dan belajar secara otodidak. Ia mengaku mendapatkan ide untuk melukis dengan pensil saat jalan-jalan ke Jogja.

Masriman mengaku,dengan hasil melukisnya dia mampu menghidupi keluarganya."Walaupun serba kekurangan,tapi tetap disyukuri saja," jelas kakek lima cucu ini.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel