Diduga Depresi,Seorang Kakek di Panunggalan Gantung Diri



PULOKULON- Diduga mengalami depresi, Jasmari,  warga Desa Panunggalan,Kecamatan Pulokulon,Grobogan ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya,Jumat(28/10),sekitar pukul 17.00 WIB.

Istri korban,Dasiyem pertama kali melihat korban gantung diri  didalam  rumahnya."Saat itu saya baru saja pulang dari tempat jualan di kantin SMP PGRI Kuwu .Sampai di rumah,sudah melihat suami saya   dalam kondisi korban tergantung," jelasnya.

Mengetahui suaminya tewas,Dasiyem shock dan menangis sejadi-jadinya di serambi rumah.Hal ini membuat warga datang berhamburan ke rumahnya untuk mengetahui apa yang terjadi.

Mengetahui korban tewas gantung diri,tetangga korban langsung  melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panunggalan untuk segera ditangani. Selanjutnya Polisi bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Panunggalan mendatangi TKP, untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis dr Puskesmas Pulokulon I ,didapati pada tubuh korban dengan lidah tdk menjulur namun dari mulut mengeluarkan air liur,anus tidak mengeluarkan kotoran (veces),kemaluan mengeluarkan air mani (sperma), jejas (bekas jeratan di leher korban) sedalam 3 cm dan lebar 2 cm.

Saat dimintai keterangan perihal kasus bunuh diri di Panunggalan,Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Panunggalan AKP Djuhari membenarkan kejadian tersebut."Dugaan sementara,korban mengalami depresi,sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.Korban menggunakan tali dengan panjang 490 cm kemudian dengan kursi plastik warna merah muda  diduga digunakan korban untuk  memanjat," jelasnya.

Jenasah korban disemayamkan di rumah korban,selanjutnya dikebumikan hari ini(29/10).(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel