Sembilan PSK Koplak Dokar Terjaring Razia



PURWODADI- Dinsosnakertrans Kabupaten Grobogan bersama Polres Grobogan dan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menggelandang sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di kawasan koplak dokar Purwodadi,Sabtu(15/10/2016).Operasi yang digelar di kawasan esek-esek ini berhasil merazia 9 PSK yang sedang mangkal menunggu langganannya.


Kabid Sosial Disnakertrans Kabupaten Grobogan,Kurniawan  mengatakan, sebagian besar PSK yang tertangkap merupakan wajah lama atau telah berulang kali terjaring petugas. ''Pendataan yang dilakukan petugas, PSK yang terjaring merupakan wajah-wajah lama. Sisanya baru kali ini tertangkap,'' kata dia.Dikatakan, keberhasilan petugas menjaring puluhan PSK karena operasi dilakukan secara tiba-tiba.Personel langsung menuju lokasi yang menjadi sasaran operasi.''Hal itu untuk menghindari kebocoran seperti yang terjadi sebelumnya '' ujarnya.

Petugas yang berkekuatan 30  personel dari Disnakertrans,Polres Grobogan dan satpol PP itu tidak mendapat perlawanan. Ada sejumlah PSK berusaha melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas,namun karena kawasan sudah dikepung,mereka tidak bisa melarikan diri.

Seorang PSK, Sri maryati(35),berusaha mengelabui petugas dengan mengaku sebagai pedagang warung,namun petugas tetap membawanya ke mobil patroli.Lain halnya dengan Puji Hayati(38),PSK asal Sukolilo,Pati mengaku menjadi pekerja seks lantaran di kota asalnya tidak mempunyai pekerjaan. ''Mau kerja apa lagi, memang nasibnya harus seperti ini,'' katanya.

Mereka yang terjaring selanjutnya dikirim ke Panti Rehabilitasi Wanita Utama Surakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani masa rehabilitasi selama 6 bulan."Disana nanti,mereka akan mendapatkan ketrampilan seperti menjahit,masak,salon dan lain-lain.Sehingga nanti jika terjun ke masyarakat sudah memiliki ketrampilan.Selanjutnya,setelah melampaui waktu 6 bulan,mereka akan dikembalikan ke keluarga masing-masing atau disalurkan untuk bekerja,tergantung minatnya," jelas Kurniawan.

Kurniawan menambahkan,dengan diadakannya operasi pekat tersebut diharapkan akan tercipta ketertiban di masyarakat dan menciptakan suasana kondusif  di Kabupaten Grobogan."Operasi serupa akan terus kami lakukan," imbuhnya.(IRE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel