Guru Korban Pembunuhan Dikenal Baik Oleh Teman Sejawat

(Korban pembunuhan sebelah kanan)
GROBOGAN - Peristiwa pembunuhan terhadap seorang guru sekolah dasar di Grobogan, beberapa hari lalu menyisakan kepedihan di kalangan teman guru dan murid. Tiga hari sebelum tewas dibantai suaminya, Endang Listyowati sempat curhat dan berpamitan dengan Kepala sekolah SD Negeri 1 Putatsari,Sri cahyani.Endang diketahui  tewas akibat dibunuh oleh suaminya sendiri.Karena pelaku terbakar api cemburu.Korban tewas akibat hantaman kursi di kepalanya dan sabetan senjata tajam berupa bendo di perutnya, yang mengakibatkan ususnya terburai.Sri cahyani menuturkan, seminggu sebelum meninggal, (alm)Endang Listyowati yang mengajar di kelas 4 ini sempat mengikuti kegiatan pelatihan guru di Surakarta, Jawa tengah selama 10 hari. “ almarhumah mengikuti PLPG mulai tanggal 9 November sampai 19 November 2016. Usai pulang dari pelatihan,  korban baru terlihat jika sedang memiliki masalah rumah tangga,” terangnya.Sri Cahyani menambahkan,Korban sempat berpamitan kepadanya untuk pergi meninggalkan rumah. Selain itu, korban juga sempat bercerita akan mengajukan gugatan cerai kepada Tugiyono, suami korban.Ibu dua anak tersebut baru diangkat menjadi pegawai negeri sipil sejak dua tahun lalu. “Sebelumnya almarhumah mengajar di SD Negeri 1 Lebak,Kecamatan Grobogan,” Pungkasnya.Isroni,salah seorang rekan sejawat  korban mengaku, sosok Endang Listyowati merupakan figure guru yang baik,ramah,supel,mudah bergaul dan humoris. “Saya sering kegiatan bersama dengan almarhum. Melatih ekstrakulikuler Pramuka,Jika ada kegiatan kemah diluar kita juga yang damping.Kami merasa kehilangan,”akunya kepada wartawan.Mulyati,SD Negeri 3 Tanggungharjo, salah seorang guru yang sempat bersama-sama mengikuti PLPG (Pendidikan Pelatihan  Profesi Guru) mengaku sosok Endang merupakan pribadi yang mudah bergaul.”Walaupun baru ketemu di pelatihan,almarhumah baik kepada semuanya,” terangnya.Seluruh siswa dan guru di Sekolah Dasar negeri 1 Putatsari,Kecamatan Grobogan merasa sangat kehilangan sosok guru yang baik. Mereka mengadakan  doa bersama didalam kelas masing-masing untuk mendoakan agar arwah Endang  listyowati diterima disisi Tuhan. Mereka mengaku merasa kehilangan sosok guru panutan yang belum bisa tergantikan.Beberapa murid terlihat menangis dan menahan kesedihan atas meninggalnya guru tercintanya.David firmansyah, salah seorang murid kelas 4 mengaku sangat kehilangan sosok wali kelas yang penuh kesabaran dan perhatian dalam mengajar. “Kami sangat kehilangan beliau,” akunya dengan meneteskan air mata.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel