Pengrajin Cangkul dari Grobogan Khawatir Peredaran Cangkul China


GROBOGAN - Sepekan terakhir ini masyarakat dihebohkan pemberitaan datangnya cangkul import dari China, alasannya  produksi dalam negeri tidak mencukupi.Tentu saja ini menjadi sangat ironis sebab di Dusun Tahunan,Desa Putatsari,Kecamatan Grobogan yang merupakan salah satu desa tempat lahirnya para pengrajin besi di Kabupaten Grobogan justru merasa khawatir dengan adanya cangkul impor yang masuk ke pasaran.


Di desa ini setidaknya terdapat 200 orang pengrajin besi yang setiap hari berkutat dengan besi untuk dijadikan pisau, golok, cangkul maupun linggis.Bermodal peralatan sederhana tangan-tangan trampil ini mampu menjadikan besi padat menjadi suatu peralatan kerja yang sangat dibutuhkan manusia.


Parjo, salah seorang pande besi mengaku, telah menekuni pekerjaan tersebut lebih dari 10 tahun silam. Berbekal ilmu yang diwariskan orang tuanya, Parjo bersama rekan-rekan seprofesi setiap hari menghabiskan waktunya di gubuk kecil yang dijadikan tempat usahanya.Profesi membuat alat pertanian ,merupakan profesi sekaligus mata pencaharian masyarakat desanya.


Menurut Parjo,setidaknya setiap harinya seorang pengrajin bisa membuat  cangkul 60 hingga 100 buah.Jika cangkul impor masuk ,dia merasa khawatir usahanya menjadi terpuruk."Satu buah cangkul kami jual dengan harga 50  ribu Rupiah," jelasnya.


Kekhawatiran yang sama diutarakan Masrukin,pengrajin cangkul yang berhasil diwawancarai.Dia mengutarakan,saat musim cocok tanam,order cangkul di tempatnya selalu meningkat."Jika di setiap daerah dibanjiri cangkul impor dari China,bagaimana nasib pengrajin seperti kami.Anak,istri kami mau makan apa?" keluhnya.


Masrukin menjelaskan,selain membuat cangkul,pengrajin di desanya juga membuat alat pertanian yang lain,seperti sabit,ganco,pisau,dan lain-lain.Menurutnya,hasil kerajinan besi di desanya dipasarkan sampai ke luar Jawa."Jika cangkul impor membanjiri pasaran,produksi kami jelas akan turun," imbuhnya.


Para pengrajin berharap,pemerintah memperhatikan nasib pengrajin di daerah dan segera membatalkan kebijakan impor cangkul dari China.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel