-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Parah, Aksara Jawa di Nama Jalan Salah

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Parah, Aksara Jawa di Nama Jalan Salah



GROBOGAN –Kesalahan penulisan nama jalan dalam aksara jawa di beberapa ruas jalan di Purwodadi, Grobogan terkesan ada pembiaran. Grobogan yang disinyalir menjadi daerah asal muasal aksara jawa ini seharusnya bisa menjadi kiblat dalam penulisan aksara jawa. Namun malah ada pembiaran kesalahan penulisan aksara jawa di area publik.

Dari penulusuran Grobogantoday.com di lapangan, lebih dari 3 nama jalan di Purwodadi  terdapat kesalahan dalam penulisannya. Diantaranya adalah Jalan Kartini, Gajahmada, Suhada dan P Tendean. Di beberapa ruas jalan di kawasan kota memang ada papan nama yang ditulis dalam dua tulisan. Di bagian atas nama jalan ditulis dengan huruf latin, dan di bawahnya memakai huruf jawa. Papan nama yang ada tulisan huruf Jawa ini kabarnya sudah terpasang cukup lama. “Sebelumnya saya gak pernah memperhatikan penulisannya dalam aksara jawa. Setelah saya perhatikan ternyata memang salah,” jelas Ninik, salah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas.

Ninik yang kebetulan merupakan salah seorang pengajar di sebuah Sekolah Dasar sangat menyayangkan dengan kesalahan penulisan aksara jawa di nama jalan di Purwodadi. “Padahal tulisannya juga sederhana, kok masih salah. Kita  sebagai warga Grobogan malu jika ada orang luar Grobogan tahu,” ungkapnya.

Menurutnya, penulisan huruf Jawa itu dilakukan tidak sesuai pakem, atau aturan yang sudah ada. Sehingga, penulisan huruf Jawa di beberapa papan nama itu justru sulit dibaca.
“Sebenarnya, penulisan papan nama menggunakan huruf Jawa ini patut dapat apresiasi. Karena ini salah satu bentuk pelestarian warisan leluhur. Sayang sekali, penulisannya banyak kesalahan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto ketika dimintai tanggapannya membenarkan jika banyak kesalahan dalam penulisan nama jalan menggunakan huruf Jawa tersebut.
“Saya juga sudah sempat lihat di beberapa lokasi. Memang banyak kesalahan penulisan,” kata pejabat yang juga pemerhati budaya.

Hanya saja, Marwoto mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi tersebut. Sebab, kewenangannya ada pada Dishubkominfo.(iyant)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post