Penyaluran Beras Rastra Banyak Tak Tepat Sasaran


GROBOGAN - Sejumlah warga berpenghasilan rendah di Desa Depok, Kecamatan Toroh mengeluhkan berkurangnya jatah penerima program beras keluarga  sejahtera pengganti program Raskin tahun ini.Keluhan itu pun disampaikan ke pengurus wilayah setempat. Menurut Sekretaris Desa Depok, Dul Rohman, Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) yang sebelumnya penerima Raskin di wilayahnya berjumlah 879. Setelah adanya program ini diminta pendataan ulang dan dilakukan sebulan lalu dengan ada penambahan 737 RTS-PM.”Saya sangat kasihan dengan Kadus dan Ketua RT yang bersinggungan langsung dengan warga. Ketua RT yang tidak tahu apa-apa malah disalahkan,” jelasnya saat ditemui di kantornya.
Namun lanjut dia, setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan disebutkan bahwa data calon penerima Rastra (pengganti Raskin) hanya berjumlah 737 RTS-PM. Data itupun dinilai keliru tanpa melalui pengecekan langsung ke wilayah.“Nah, dari 737 RTS-PM hanya bisa dirubah jika ada warga yang meninggal atau pindah saja. Yang membuat saya bingung data didapat dari mana, tidak akurat dengan yang ada di wilayah,” ungkapnya.
Pihaknya mengutarakan bahwa data tersebut dirasakan kurang tetap karena tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Banyak ditemukan janda-janda miskin yang tidak tercatat dalam data yang diperolehnya. “Kami tidak bisa berbuat banyak saat warga mempertanyakan bahwa di daerahnya banyak penyimpangan. Di desa kami malah banyak yang masih muda mendapatkan beras rastra,” tuturnya.
Hal ini disinyalir terjadi karena data warga yang memperoleh beras rastra terintegrasi dengan data penerima PKH. “Saya meminta kepada pemerintah untuk segera mendata ulang terkait dengan penerima Rastra (beras keluarga sejahtera). Minimal nantinya program tepat sasaran dalam penyalurannya, apalagi saya di wilayah bersentuhan dan banyak ditanyai oleh warga,” harapnya.
Hal ini rupanya tidak terjadi di satu tempat saja.  Muhammad, warga Kecamatan Pulokulon juga mengaku pembagian beras rastra di desanya banyak yang tidak tepat sasaran. “Kita sebagai orang kecil hanya bisa diam. Kasihan juga melihat janda gak dapat jatah beras rastra,” tuturnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel