Rusaknya SD Negeri Sembungharjo 5 Kecamatan Pulokulon Viral di Medsos



GROBOGAN- Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan, Siswa sekolah Dasar Negeri (SD N) 5 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, baru akan menikmati proses belajar di ruang kelas baru tahun 2018.“Sekolah itu sudah dialokasikan DAK (Dana alokasi khusus) di tahun 2018,” ungkap Sri Sumarni, saat dimintai keterangan terkait kondisi sekolah yang rusak.

Tidak saja SD N 5 Sembungharjo, Pemkab Grobogan juga akan mengalokasikan dana untuk pembangunan beberapa kelas. “Ada beberapa ruang lainnya yang akan dibangun selain di Sembungharjo,” tambah Bupati.

Rehap gedung, tidak saja dilakukan pada dua ruang yang kondisinya sangat parah namun tetap digunakan untuk belajar siswa empat kelas yakni kelas 1 dan 2 serta kelas 3 yang harus berbagi dengan kelas 4. Namun, pembangunan juga akan dilakukan pada satu ruang lainnya yang kondisinya juga hampir rusak.“Ada empat lokal yang akan dibangun,” tambahnya.

Kondisi bangunan ruang kelas yang rusak parah di SDN 5 Sembungharjo, terungkap setelah salahsatu nitizen melempar informasi melalui media sosial. Unggahan foto kondisi bangunan yang parah dilihat ribuan kali oleh warga net.“Dalam rapat orang tua murid dengan sekolah kondisi bangunan sudah disinggung. Tapi, belum dibangun. Makanya saya unggah di media sosial. Bukan karena minta apa-apa. Tapi saya unggah karena memang saya takut anak-anak kenapa-napa saat belajar. Bangunannya sudah sangat parah. Jika pemkab minim anggaran siapa tahu ada bantuan dari provinsi atau pusat untuk mempercepat pembangunan,” imbunya.

Melihat gambar satu bangunan digunakan untuk dua kelas beberapa kali dilihat. Tapi, ketika di Jateng masih ada kondisi seperti ini anak-anak kan kurang nyaman belajar. “Sekatnya Cuma triplek dan kadang satu ruang dua guru karena ruang itu untuk dua kelas,” tambahnya.

Dari lima SD di desa Sembungharjo, ungkap Kepala sekolah SD N 5 kendati jumlah siswanya menurun namun secara prestasi SD yang dipimpinnya berada ditengah-tengah. Tidak saja prestasi ekstrakulikuler, namun bidang akademis juga tidak jarang siswa yang belajar di gedung yang berlantai paving dan sangat berdebu menjadi wakil dalam lomba ditingkat kecamatan.“Jika prestasi tengah-tengah kita masih peringkat tiga dari lima sekolah,” akunya sembari menujukan beberapa piala bukti prestasi siswa. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel