Dianiaya Orang Gila, Nenek di Desa Penganten Meninggal Dunia



KLAMBU, Grobogantoday.com - Seorang nenek di Desa Penganten, Kecamatan Klambu meninggal dunia usai dianiaya oleh seorang pria yang diduga menderita kelainan jiwa, Minggu (7/1/2018). Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun nyawanya tidak tertolong. Saat ini pelaku telah diamankan dan dibawa ke RSUD Purwodad untuk diperiksa kejiwaannya.

Peristiwa memilukan yang dialami oleh simbah Sakinah(78) warga Desa Penganten Kecamatan Klambu Grobogan.Korban dianiaya pelaku yang  mengalami gangguan kejiwaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.Kejadian berawal saat korban, sekitar pukul 07.00 WIB pergi ke tegalan garapannya yang ditanami jagung yang berada di tanah milik Perhutani. Pelaku tiba-tiba datang memukul korban dengan batu di bagian kepala,wajah,dan badan secara membabi buta.Korban sempat berteriak meminta tolong kepada warga,namun karena tegalan berada di atas bukit yang jauh dari pemukiman, maka  teriakan korban tidak terdengar warga.

Korban ditemukan warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian dalam keadaan kritis bersimbah darah. Usai menemukan korban, saksi memberitahukan kepada pihak keluarga. Mendapat kabar tersebut, keluarga beserta warga langsung datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas Klambu untuk diberikan pertolongan. Namun nahas, nyawa korban tidak terselamatkan karena luka yang cukup parah."Korban sudah dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong. Pelaku telah diamankan  dan dibawa ke RSUD untuk diperiksa kejiwaannya, " jelas Kapolsek Klambu, AKP Asep.

Pelaku diketahui bernama Sarmadi ,warga Banyumanik Semarang. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com,  pelaku diketahui melarikan diri dari rumah sakit jiwa di Magelang.Seminggu sebelumnya, pelaku juga melakukan pembacokan dengan korbah warga selojari.

Pelaku diketahui tinggal di rumah Abdul Sukur, tetangga korban. Pelaku yang mengalami ganguan jiwa tersebut dirawat oleh Abdul Sukur kurang lebih sudah 6 bulan dan diperlakukan layaknya keluarga sendiri.Abdul Sukur merasa shock  dan  tidak menyangka jika pelaku tega melakukan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya mbah Sakinah. "Saya gak menyangka dia melakukan itu, sehingga menyebabkan Mbah Sakinah meninggal dunia," jelas Abdul Sukur.

Korban sehari hari beraktifitas sebagaai pedagang dan petani.korban meninggalkan dua orang anak dan 2 cucu.Sementara itu,Sholeh (37) menantu korban mengungkapkan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian almarhumah dan menyerahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang.Usai dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan tim inafis Polres Grobogan, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (RE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel