Agar Kerusakan Tak Makin Parah, Elevasi Air Diturunkan



TOROH, Grobogantoday.com - Penurunan elevasi air di Bendungan Sanggeh terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi agar kerusakan bendungan tidak semakin parah dan membahayakan warga sekitar. Penurunan elevasi di ketinggian tertentu itu juga dilakukan untuk menunggu perbaikan pada titik kerusakan. Demikian diungkapkan , Kabid Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juwana V Untoro Kurniawan saat meninjau kerusakan Bendungan Sanggeh, Jumat 
(11/5/2018). 

‘’Langkah tersebut kami lakukan dengan pertimbangan teknis agar tidak membahayakan warga sekitar. Penurunan elevasi ini juga kami lakukan sembari menunggu proses perbaikan di titik kerusakan tersebut,’’ ujar Untoro kepada Grobogantoday.com. 


Di sisi lain, Kabid Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juwana V Untoro Kurniawan menjelaskan, Waduk Sanggeh pertama kali dibangun pada era pemerintahan Belanda, yakni pada 1909.
‘’Kondisinya beda dengan sekarang. Waduk tersebut mampu menampung air sebanyak 225 ribu kubik dan mengairi sawah seluas 50 hektare. Dengan kerusakan tersebut, tentunya sangat mempengaruhi aliran irigasi ke 50 hektare sawah tersebut,’’ jelasnya.

Untoro juga mengingatkan kepada warga sekitar agar tahu arti pentingnya konservasi dan penghijauan. Menurutnya, tingginya sedimentasi di Bendungan Sanggeh akibat gundulnya lahan sekitar hutan.

"Warga harus sadar akan pentingnya penghijauan dan menghindari penebangan pohon secara liar di sekitar bendungan," tambahnya. (RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel