Belik, Penyelamat Warga Desa Karangsono Saat Kekeringan


KARANGRAYUNG, Grobogantoday.com Dampak kekeringan seakan tak ada habisnya di Kabupaten Grobogan. Saat musim kemarau datang, kesulitan memperoleh air bersih seakan menjadi pemandangan yang biasa. Seperti yang terjadi di Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Warga harus membuat sumur belik di saluran sungai yang sudah mulai kering untuk sekedar mendapatkan air bersih. "Mau bagaimana lagi, yang ada airnya cuma di situ saja," ungkap Ali Daryanto, Kasi Kesejahteraan Desa Karangsono. 


Menurutnya, sumur-sumur yang berada di perkampungan sudah dua bulan terakhir ini mengering. Saat ini masih ada sekitar 600 kk yang masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Biasanya mereka membuat sumur di area hutan dan belik di aliran sungai yang mengering. “Kalau sumur di perkampungan sudah kering semua. Hanya sumur di area hutan dan belik di sungai yang ada airnya,” jelasnya. 





Tahun sebelumnya, ada 5 dusun yang   mengalami kekeringan, yakni Kedungwungu, Wonorejo, Randulawang, Karangasem dan Katelan. Namun saat ini, menurut Ali, tinggal 2 dusun yang masih terdampak kekeringan,yakni Dusun Kedungwungu dan Karangasem.  Warga sangat terbantu dengan upaya Pemdes Karangsono yang memasukkan jaringan PDAM dari Boyolali. 


"Alhamdulillah dengan memasang jaringan PDAM dari Boyolali warga bisa terbantu saat musim kemarau seperti ini. Warga tidak perlu lagi bersusah-susah untuk mendapatkan air. Jadi warga yang terdampak kekeringan semakin berkurang," ucapnya. (RE) 



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel