-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Aliansi Mahasiswa Pati Tegas Tolak Paham Intoleran

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Aliansi Mahasiswa Pati Tegas Tolak Paham Intoleran


GROBOGANTODAY – Sikap tegas diambil oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pati (Amati). Mereka dengan tegas menolak paham-paham intoleran yang dapat memicu memecah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Kegiatan deklarasi ini berlangsung di Warkop Perko, Sabtu (5/12) pagi tadi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.


Ketua Amati, M. Saifudin mengatakan paham intoleransi yang tumbuh di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara ini sangat beresiko terhadap cita-cita dari Founding Father. Sebab, jika dibiarkan akan tumbuh subur di tanah air Indonesia. Dan hal ini yang dikhawatirkan semacam indoktrinasi.


“Kami Aliansi Mahasiswa Pati menolak terhadap paham radikal dan intoleran. Karena jika ini dibiarkan akan memicu munculnya perpecahan, memecah persatuan Bhineka Tunggal Ika yang kita rawat,” katanya kepada wartawan.


Dalam materi deklarasi yang disampaikan Amati tersebut, juga disinggung gerakan  dakwah yang diambil oleh Habib Riziq Sihab (HRS). Mereka menilai dalam dakwah yang digunakannya mengandung unsur provokasi.


Deklarasi Amati ini menyuarakan beberapa point yang disampaikan. Ada lima point yang digaungkan agar menjadi perhatian serius pemerintah serta pihak yang berwenang terhadap bahaya paham radikal serta intoleran yang akhir-akhir ini muncul dipermukaan menunjukkan wajahnya.


Adapun pernyataan sikap dan deklarasi Aliansi Mahasiswa Pati, diantaranya pertama bahwa Aliansi Mahasiswa Pati mengecam keras segala bentuk paham intoleran yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan Bhineka Tunggal Ika.


Kedua, Aliansi Mahasiswa Pati menolak provokasi yang menebar kebencian dengan mengatasnamakan dakwah oleh HRS. Ketiga, Aliansi Mahasiswa Pati  mendorong pemerintah menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran atau mendukung terjadinya pelanggaran protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku “khususnya pada momentum kepulangan HRS”.


Selanjutnya, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk saling mengingatkan pentingnya protokol kesehatan dalam situasi dan kondisi di tengah-tengah pandemi. Dan terakhir, Aliansi Mahasiswa Pati siap mendukung TNI-POLRI bersama-sama dalam menjaga keutuhan NKRI. 


"Prinsipnya, masyarakat Pati menginginkan kedamaian dan kondusifitas tanpa ada kegaduhan. Ceramah yang menggunakan kata-kata kotor dan bernada provokatif dapat menimbulkan perpecahan pada masyarakat," katanya. 

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Iklan Tengah Post