-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Cuaca Buruk, Harga Cabai Melejit

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Cuaca Buruk, Harga Cabai Melejit


GROBOGANTODAY.COM - Cuaca buruk yang masih berlangsung di sejumlah daerah membuat harga komoditas cabai semakin mahal di Grobogan, Jawa Tengah. Harga cabai naik hampir dua kali lipat. Mahalnya  harga cabai berdampak omzet pedagang menurun 50 persen karena menurunya daya beli warga.


Cuaca buruk yang berlangsung satu bulan ini berdampak mahalnya  harga komoditas kebutuhan dapur. Salah satunya cabai, di pasar tradisional Purwodadi, Grobogan, harga cabai naik hampir dua kali lipat, kenaikan tertinggi terjadi pada jenis cabai setan, yang naik dari harga Rp 45 ribu menjadi Rp 85 ribu per kilonya. Sementara untuk cabai rawit merah dari Rp 23 ribu menjadi Rp 33 ribu per kilo, cabai keriting harganya Rp 30 ribu perkilo menjadi Rp 40 ribu per kilogram  dan cabai merah besar harga sebelumnya Rp 60 ribu turun  menjadi Rp 50 ribu.


“Omset bener-bener turun semenjak harga cabai yang melonjak,” tutur Fitri, salah seorang pedagang kepada Grobogan Today,Selasa(5/1/2021).


Mahalnya  harga cabai, berdampak omzet pedagang  turun hingga 50 persen karena menurunnya daya beli warga. Biasanya pembeli membeli satu kilo, kini turun menjadi setengah kilogram, dan yang biasanya membeli seperempat kilo kini membeli satu ons. 


“Kebutuhannya sebenarnya banyak, tapi karena mahal beli sedikit aja,” jelas Umi, salah satu pembeli.


Pedagang dan pembeli berharap  pemerintah melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga cabai, sehinga harga kembali turun dan daya beli warga kembali normal. “Kita berharap pemerintah segera menstabilkan harga cabai,” tutur Fitri


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Iklan Tengah Post